Halaman

Rabu, Desember 31, 2014

Miskom akut akhir tahun 2014

Malam ini adalah malam terakhir di tahun 2014. Yup besok sudah dapat dipastikan tahunnya berubah.

Semoga saja besok gak ada yang marah padaku. Hehehe...

Kisah malam ini, sebenarnya yang sedih dan kecewa itu adalah keluargaku. Pasalnya, miskomunikasi akut.

Andai saja tadi kukatakan kemana kita malam tahun baru mungkin aq tak akan didiamkan malam ini. Dan so pasti blog ini pun tak terisi. Xixixixi...

Hmm... Seminggu yang lalu istriku berkata malam tahun baru qta kemana dan aku menjawab mantap ke dataran engku putri.

Eh 2 hari yang lalu dapat kabar dari bapak bahwa tahun ini tak ada kembang api di engku putri.

Masih kuingat perkataanku pada istriku, tapi aq tak pula ngeh. Klo aira kan masih bayi. Masa tengah malam dibawa-bawa.

Nah... Karena hal ini ni yang membuat malam ini aq lansung pulang ke rumah padahal udah jemput ibuku bersama istri, anak dan juga mbahnya beby.

Weleh... Karena terlalu.
Istrikupun mengungkapkan kekecewaannya. Tentunya hal ini dikatakan didalam kamar tidak didepan para anggota keluarga. Walau malam itu aira jg sempat dengar sih tp umurnya msh 8bln jd gak masalah.

Hadowh...
Entahlah, rasanya kali ini miskom akut diakhir tahun 2014

Selasa, September 16, 2014

Panas Hati Part 3

Sesampai dirumah, kutemui istriku yang tengah menyetrika dan anakku yang telah terlelap tidur. Istriku bertanya apa kabar papa? Tenang rasanya, dengan pertanyaan itu, dibalik yang merendahkanku ada juga yang selalu menyanjung dan menyayangiku... Alhamdulilah.

Sepertinya tak kuasa kutahan rasa sedih ini, dan akupun bercerita pada istriku (Panas Hati Part 2) tanpa sadar, air mata ini mengalir disaat kubaringkan badanku... dan istrikupun mendekatiku, mengelus-elus kepalaku dan mengatakan padaku...

Papa jangan sedih... dan menangis...
Mama juga ikutan sedih dan menangis...

Rasanya tak pernah mama lihat papa sesedih ini...
Sudah ya pa... kita tidak perlu mobil koq...
Cukup pakai motor kita bisa kemana-mana.

Senin, September 15, 2014

Panas Hati Part 2

. . . Sehari berlalu, walau tidak seperti biasa kujemput ibuku dengan menggunakan sepeda motor. Akh... ga papalah, itung - itung juga bisa meredakan rasa kuatir pada mamak, kalau pulangnya lama. Biasanya sih pake mobil, tapi karena aki soak, ya ga papalah...

Hari ini kutunggu-tunggu jawaban yang mengesankan dari Bapakku yang berniat akan membelikan aki baru (cihuyyy...) jadi sebelum kujemput ibuku kutelpon apakah beliau sudah diangkot ato masih menunggu anaknya ^_^

tuut... tuutt.... Assalamu'alaikum, mak dimana mak? lalu ibuku menjawab di kedai, Alhamdulilah... ibuku masih dikedai, dan lalu kutanyakan udah dibilang harga akinya mak? emosi ibuku agak berbeda, beliau berkata, kata bapak nan yang beli aki, Masa Rp600.000 engga punya.

Astagfirullah al adziiimm...
gila aja ni bapak...

Terasa panas hati ini, karena merasa dipermainkan olehnya...
Ya sudahlah mak, nanti nan jemput pake motor (nada udah engga enak, alias sedikit membentak, jangan ditiru...)


Kutelpon bapakku, eh malah jaringan JAM pula, setelah dihalo malah gak kedenganran...

Lalu akupun pergi ke Batu Aji, menjemput ibuku...
Tak disangka, sampai disana pak Kadir baru saja terserang demam, setelah sholat isya, akupun bertemu dengan pak kadir. Dan tiba - tiba bapakku pun datang untuk menggantikan pak kadir dikedai.

Dan bapak pun bertanya Mana mobil?
Lah kan akinya soak, jawabku
Kenapa tak beli?
Bukannya bapak yang mau beliin, koq malah berkata seperti itu?
Oh... gak bisa beli?
(ya... Allah) enggak !
Itu yang rusak kemarin juga belum diperbaiki?
enggak !!
. . . . .
dalam panas hati kukatakan hal ini:
Emang bapak kira itu mobil dibawa foya - foya?
Bapak yang sudah mengatakan akan menggantinya
malah nyuruh nan pula yang beli

Asal bapak tau ya pak!!!
itu mobil sering jemput mamak, pergi panen.

Kalau nan, cuma perlu motor aj
Lagian siapa juga yang minta mobil
Bapak yang maksa beli mobil

(terus terang banyak ruginya, aku mengganti OLI per 3 bulan tu mobil, hiks)

Yaa... Allah rendah kalilah awak dibuat sama Bapak awak nii...
Tak tahan aku, tak tahan emosi, tak tahan tangis, tak tahan sedih, dan tak tau harus berkata apa - apa lagi.

Ayolah mak, kita pulang...

Minggu, September 14, 2014

Panas Hati Part 1

Terios TS At Extra
Tepat 2 tahun TERIOS TS At 2012, sudah menemani keluarga kami. Begitu banyak hal yang telah ia temani. Mungkin hanya beberapa hal saja yang dapat teringat (sangking banyaknya, hihihi...) Tapi intinya mobil ini selalu bisa menjemput dan mengantarkan ibuku, bapakku, emak tiriku, adik tiriku, istriku tercinta dan anakku tersayang kemana - mana. Hingga akhirnya saat kemarin tiba... (jeng jeng...)


Setelah mencuci TERI (panggilan akrab TERIOS TS At 2012) siang itu 13/9/14, ada rasanya ingin menstater. Tapi mengingat entar sore juga bakal berangkat malming bareng Istri dan anakku, ya sudahlah nanti saja.

Setelah semuanya siap - siap berangkat, anakku yang lagi lucu - lucunya (5bulan), sudah didandan dengan cantiknya, istrikupun sudah siap. Sebentar ya, pintaku pada mereka. Papa panasin mobil dulu.
Kuncipun kutancapkan pada tempatnya, namun mesin mobil tiada bereaksi... huft (akhirnya hal yang kutakutkan pun terjadi, aki soak !!!)

Lalu kutelpon ibuku (pada saat itu emang niatnya untuk menjemput mamak) namun tiada juga diangkat, lalu kutelpon bapakku. Beliau berkata baiklah, bapak akan mengantarkan ibumu pulang (alhamdulilah, jawabku dalam hati).

Tapi, rasanya tidak tega ama keuarga kecilku (istri & anakku) yang sudah siap - siap berangkat, lalu kuajak mereka menaiki sepeda motor Satria 120 RU alias Sharkwar (juga kesayangan, hehe...) walhasil kami makan bakso di Shopping Center.

Baiklah singkat cerita kami pulang dan hari pun berangsung malam, bapak pulang bawa mamak. Dan minta dibelikan sate, bapak pun tak lupa memberikan uang Rp100.000, yupz ok deh kubelikan tak lupa juga uang kembaliannya ku kembalikan.

GS ASTRA SOAK
Bapak berkata kenapa mobil tidak bisa hidup, kukatakan saja. Akinya soak pa. Bapak pun mengatakan wah udah wajar juga tuh, kan mobilnya sudah dipakai 2tahun. Tanyakanlah harga aki, biasanya bapak kalau sudah berkata seperti ini, berarti beliau siap untuk memberikan uangnnya. Tapi mungkin karena memang tidak bawa uang, beliau pun berlalu begitu saja.

Tapi senangnya hatiku pada saat esoknya beliau bertanya pada mamak, berapa harga aki, sayagnya aku belum melakukan survey, hingga pada saat malam bertemu dengan mamak kukatakan bapak ada nanya gak tentang aki? Mamak pun berkata ada, jadi berapa harga akinya, kukatakan Rp550.000

Oh... kalau gitu bilang sama bapak Rp400.000 biar mamak tambah Rp200.000 jadi sisanya bisa buat keperluan mobil yang lain. Dan akupun mengatakan OK DECH... ^_^

bersambung...

Kamis, September 04, 2014

Insaf Rokok

1 September 2014, sambil menyulut sebatang rokok U mild mentol. Terniang olehku kata-kata Pak Zein yang berupa pertanyaan. Kira-kira hisapan rokok itu mengalir gak ke darah kita? Dan aku menjawab iya.

Dirumah pun istriku tak jemu-jemu mengatakan ini itu tentang rokok, mulai dari kata Dokter Oz lah, lihat gambarlah. Hingga ia mengatakan Apa sih untungnya merokok? Dan sering kali kujawab dengan senyum tawa belaka.

Namun dari kedua kejadian yang telah kupikir-pikir sebulan lamanya, hati ini tergerak untuk meninggalkan rokok. Terus terang karena sering merokok, tidurku kurang pulas. Kadang dada terasa sesak & hidung seperti tersumbat.

2 September 2014, kumulai pagi ini tanpa asap & mengasap rokok. Dan ketika keinginan itu datang, kutonton serangan rokok di youtube. Semoga tetap kekeuh... Aamiin...

Minggu, Juni 22, 2014

Aqiqah Aira Alwi Imanina

Alhamdulilah, hari ini 22/6-2014 jam 09.00 aira sudah di aqiqah dengan seekor kambing jantan dengan berat 30kg.

Senang rasanya sudah menunaikan kewajiban aqiqah untuk anakku tercinta, dan rasanya begitu banyak kemudahan yang Allah berikan kepada kami selaku orang tua aira.

Mulai dari rejeki yang tak terduga, karena tidak akan menyangka kalau kelahiran aira kami dapat mengumpulkan uang Rp1.150.000 dari teman sekantor, ketua yayasan dan tetangga yang datang, juga masih ada tabungan untuk persalinannya yang tidak terpakai sekitar Rp1.200.000 jadi tinggal menunggu waktu saja luang saja. Karena memang waktu luangnya di bulan Juni, lalu ditentukanlah tanggal 22/6-2014 untuk aqiqahnya.

Namun yang namanya perjuangan juga mesti dilalui, dimulai dari proses pencarian kambing yang memakan waktu sebulan lebih. Karena memang tidak pernah termasuk dalam panitia pencari kambing, jadi pencarian pun dimulai.

Nitip cariin
Nitip mencarikan kambing diawali dari pembincangan dengan Pak kadir, namun beliau tidak juga bertemu dengan si pemilik kambing. Lalu kutanyakan pada Jay, memang butuh proses lama. Karena tak kunjung ada berita akhirnya kutanyakan pada Bapakku, kebetulan beliau punya kawan yang menjual kambing. Namun sayangnya harganya pula yang tidak bersahabat dimulai dari harga Rp3.000.000 dan kurangnya hanya Rp200.000 walau ada sedikit miskomunikasi tapi yang namanya pembeli adalah raja. Lalu kukatakan tidak jadi membeli dari teman bapak, padahal bapak sudah tulis nota. Sayang bapak tak kasih kabar padaku, untungnya ibuku segera memintaku menelpon bapak. Sempat berhutang kan gak enak juga, karena kebetulan masih ngarap gajian yang tinggal 2minggu lagi.

Lansung ke kandang
Tak buntu soal harga kambing yang mahal, berdasarkan informasi yang diberikan Jay tentang harga kambing 1.800.000 akupun semakin semangat. Kutelpon jay, dan setelah menentukan hari bertemu kami pun segera survey. Setiba di kandang HABIB tawar menawar harga pun dilakukan. Mulai dari harga Rp2.400.000 untuk ukuran 30kg dimana Rp80.000/kg harganya. Hingga jatuh pada pilihan harga yang tidak berkilo yaitu Rp2.000.000. Dan untuk tanda jadi kuberikan Rp200.000 kepada penjual.

Selang sehari, pak kadir pun memberi saran. Bahwa 25kg itu tanggung. Jadi ibuku pun bersedia menambah kekurangannya sebanyak 500.000 dimana Rp100.000 sebagai upah potongnya. Jadi kami tinggal terima bersih saja.

Ternyata tempat jual kambing & pemotongannya berbeda tempat. Jadi, aku mesti mencari tempat pemotongan. Namun tidak begitu susah ternyata, karena tempat sudah di kenal oleh masyarakat. Sesampai di TKP. Kambing pun siap-siap untuk di potong, sebelum proses itu aku harus memberikan nama pada si pemotong kambing. Awalnya ia mengatakan bapak yang motong? Ku katakan, tidak aku cukup melihat saja. Setelah dipotong kambing pun dicincang (potong kecil2) sembari menunggu. Akupun disiguhi minuman sirup dingin yang menyegarkan. Ditempat pemotongan ini cukup lengkap, konsumen bisa minta kambingnya dimasak in. Tentunya dengan penambahan biaya sebesar Rp600.000 dan mereka akan menyiapkan alat-alat untuk dihidangkan.

Setelah cincang kambing siap, daging mentah ini kubawa ke New Samudra Panindo untuk dimasak oleh Ali imran (alias toke). Karena ia bersedia memasakkan, dan juga kedai nasi adalah milik bapakku. Jadi tidak jadi persoalan.

Nah, sekarang tinggal pulang ke rumah dan menyiapkan segala sesuatunya untuk Marhaban / gunting rambut putriku setelah shalat isya dan rencananya acara akan ditutup dengan makan malam bersama sanak keluarga, teman & warga sekitar komplek

Jumat, Juni 13, 2014

Pemeran Pengganti

Alhamdulilah, malam yang indah ini seperti biasa, kuhabiskan waktu bersama istri & anakku yang sudah memasuki usia 2 bulan + 14 hari.

Walau masih mengerjakan kerjaan kantor, namun tak tega rasanya kalau tidak mengindahkan obrolan yang dimulai oleh istriku. Tak mengapa, masih ada esok untuk melanjutkan pekerjaan kantor pikirku.

Cerita malam ini terasa spesial, karena istriku bercerita tentang kisahnya di masa lalu, ketika ia telah tamat sekolah dan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Rasanya haru kudengar, karena ia merasa berkewajiban membantu ekonomi keluarga meski harus rela menjadi pembantu rumah tangga.

Alhandulilah, ia mendapatkan perlakuan yang baik dari keluarga majikkannya. Ia tidak merasa diperlakukan semena-mena, walau ia harus menahan kantuk karena setelah sahur mesti harus membantu ibu majikkan memasak tajil. Dan itu ia lakukan sebulan penuh puasa, kebetulan mulai kerja sudah puasa. Walau tidak begitu detail ceritanya, istriku cuma bekerja 3 bulan disitu. Hal ini karena ibu majikkannya mesti berangkat ke louksumawe aceh, karena yang tinggal hanyalah 2 orang anak lelakinya, ibu majikkannya pun menyuruh istriku pulang kampung.

Oh.. Ya
Terus apa hubungannya dengan judul peran pengganti???

Hihi... Cerita tentang istriku itu menyadarkan aku. Bahwa pekerjaanku dalam mencari uang ternyata diawali karena Menggantikan orang.

Mulai dari MHS, aku bekerja disana diawali karena adanya guru yang akan keluar, hingga akhirnya berhenti dan aku pun lansung  diterima di Al-Azhar juga menggantikan guru. Bedanya di Al-Azhar aku menggantikan guru yang sudah keluar. Dan juga kemarin disaat aku ngajar ke LP3i Kolej Islam Muhammadiyah Singapur aku juga menggantikan dosen yang telah keluar. Bedanya dengan Al-Azhar, di LP3i KIM aku menggantikan dosen yang dipecat.

Hihi... Lucu juga
Yang penting Alhamdulilah ^_^

Jumat, Juni 06, 2014

Entah

Judulnya seperti lagu iwan fals yak. Hihi... Tapi itulah yang ada dalam benakku, semenjak mertua pulkam. Istri terlihat sedih & kayanya agak tertekan dengan keadaan.

Kadang emosinya naik turun, hmm... Padahal ibuku sudah membantu masak pagi-pagi. Adeknya kadang2 pergi ke pasar untuk belanja. Istriku cukup mencuci pakaian serta merawat anak kami saja.

Tapi, karena servis dari mertuaku. Membuat istriku merindukannya disela-sela sepi menghadangnya. Dan aku hanya bisa menghiburnya sedikit, karena beberapa hal membuat ia sedih karenaku.

Entah, oh entah

Senin, Juni 02, 2014

Sendu

Ada rasa sedih yang tak terkatakan. Setelah rasa gembira bergejolak, dan rasa syukur yang terlafadzkan.

Sedih, karena merasa sebuah kata yang membuat itu sendu. Lidah pun jadi kelu dibuatnya.

Hal ini karena modal dalam logika yang tak ada. Masih terasa belum yakin dalam waktu dekat akan punya materi yang banyak. Padahal dalam kuasa Allah, apalah yang tidak mungkin.

Tapi, apa hendak dikata. Kata sudah terlanjur, dan sedih sudah berlukar. Tinggalkan menung hingga kini.

Terimakasih, telah membaca semoga tidak terulang lagi

Sabtu, Mei 31, 2014

Mendung

Tiga bulan sudah sebei aira di rumah. Mulai dari menemani mama aira pada saat hamil. Hingga menemani persalinan & menolong mama aira di rumah.

Senang rasanya punya mertua yang begitu aktif. Tak banyak kata, & selalu bertindak sesuai dengan kemampuannya.

Sayang sebei aira tidak bisa lama tinggal dengan kami. Ayuk aira yang bernama Keysha, akan masuk SD di tahun ini. Karena ia datang bersama sebei aira maka, sebei harus pulang ke tunggang. Jika saja ayuk Keysha tidak dekat dengan sebei aira, pastilah sebei akan tinggal lama di rumah. Namun tidak perlu menyalahkan siapapun, karena kedekatan ayuk & sebei itu dikarenakan kedua orang tua keysha bekerja.

Isak tangis pun terdengar, sedari tadi malam sebelum magrib. Sebei aira, mak ila aira, mama aira. Mereka berurai air mata. Baru disusul ayuk aira. Namun begitulah mereka, ketika terjadi perpisahan mereka sedih & menangis.

Mulai nanti malam, tinggal 5 orang di rumah. Ada Papa aira, Mama aira, Mak ila aira, Nenek aira, & Aira. Hanya saja ketika 3 orang harus bekerja. Mungkin disuatu waktu hanya ada Mama & aira saja di rumah. Tapi tak masalah koq, insyAllah papa punya waktu untuk membantu jika d butuhkan.

Rabu, Mei 28, 2014

Panas Vs Dingin

Rasanya ada hal yang menghambat dalam pikiran ini, semenjak anakku lahir. Aku dipusingkan dengan hal - hal Mitos & Fakta tentang kesehatan ibu menyusui dan kesehatan anak. Yup, hal ini membuatku risih, dan salah satunya yang rasanya paling tidak masuk akal adalah tentang makanan Panas dan Dingin. Karena aku bukan seorang ahli, terpaksa deh copy paste status FB kawan, berikut penjelasannya ^_^

Ditulis oleh: Rahmat Hidayat
Pertanyaan
@rustam_twit:
Apa sih pengaruhnya minuman panas/dingin (es) kalo di minum ibu menyusui?
Katanya kalo minum yang panas-panas bisa bikin lidah bayi putih-putih yah?
Terus kalo minum dingin bikin bayi jadi pilek?
Gimana sih yang bener?

Jawaban
Biar lebih jelas, kita perlu tahu dulu sistem pencernaan tubuh manusia. Kemana sebenarnya makanan atau minuman yang kita konsumsi berjalan di dalam tubuh kita? Apakah langsung ke payudara? Atau kemana? Balik lagi ke zaman SMP nih, sistem pencernaan manusia terdiri dari rongga mulut, esofagus (kerongkongan), lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Kalo liat ke sistem pencernaan kita, enggak ada satupun yang menyebutkan payudara. Jadi semua yang di konsumsi ibu menyusui pasti akan masuk dulu ke rongga mulut, lalu kerongkongan, lalu lambung, usus halus yang bertugas menyerap sari makanan dan usus besar. Nah, pertanyaannya kemudian adalah, apakah minuman dingin akan tetap dingin di dalam tubuh? dan apakah minuman panas akan tetap panas juga? Jawabannya tidak, suhu semua makanan yang kita konsumsi akan disesuaikan dengan panas tubuh. Ini penjelasannya. ― Suhu normal tubuh ada di kisaran 36.5 – 37.5°C, angka ini bisa bervariasi dalam satu hari. Suhu terendah terjadi antara jam 4-6 pagi dan suhu tertinggi biasanya terjadi pada jam 6-8 malam. Suhu terendah bisa mencapai 36.1°C di pagi hari dan bisa mencapai 37.1°C di malam hari. Hal ini masih bisa dibilang normal. ― Rata-rata suhu normal tubuh akan tetap di jaga di kisaran 37°C. ― Suhu tubuh manusia akan selalu dijaga pada angka 37°C, fungsi pengaturan suhu ini dijalankan secara otomatis dan disebut thermoregulation. ― Karena suhu tubuh akan tetap hangat pada suhu 37°C maka semua hal yang berada di dalam tubuh kita juga akan menjadi hangat di suhu 37°C. ― Ini juga yang menyebabkan ASI didalam payudara akan selalu hangat pada suhu 37°C. Sepanas apapun dan sedingin apapun makanan/minuman yang di konsumsi oleh ibu menyusui, maka jika sudah masuk didalam tubuh suhunya akan menjadi 37°C. ― Balik lagi ke sistem pencernaan tadi, TIDAK ADA satupun makanan/minuman yang dikonsumsi ibu menyusui langsung menuju payudara. Semuanya akan di proses pada sistem pencernaan kita yang sangat kompleks. ― Jadi, kalau melihat penjelasan di atas, sampai kapanpun ASI tidak akan pernah menjadi dingin. Tubuh kita tidak akan pernah memproduksi dingin. Karena suhu tubuh akan selalu dijaga stabil pada 37°C. ― Suhu ASI yang keluar dari payudara akan selalu hangat pada suhu 37°C, sesuai dengan tempat penyimpanannya yaitu Payudara (bagian dari tubuh). Mematahkan Mitos ― Ibu menyusui yang sering minum Es atau Dingin tidak akan menyebabkan bayi menjadi pilek. Karena ASI akan selalu hangat dan tidak pernah menjadi dingin.

Sesungguhnya tidak ada hubungan antara minuman dingin dengan pilek (untuk yang ini akan gue jelaskan dalam tulisan lain). ― Ibu menyusui yang sering minum minuman panas dan makan makanan panas tidak akan menyebabkan lidah bayi melepuh dan menjadi putih. Karena ASI akan selalu hangat di suhu 37°C.

Lidah putih pada bayi adalah karena sisa lemak pada ASI, sisa lemak ini menempel pada lidah bayi. Jadi bukan karena ibu menyusui makan makanan panas atau minum minuman panas

Senin, Mei 26, 2014

Kutimang-timang anakku sayang

AIRA usia 20 hari
26 hari sudah usia aira kini. Alhamdulilah, bobot badannya sudah semakin besar & berat (5,2kg) jadi teringat pada saat menimbang badan aira sebelum ia diberi imunisasi. Suster dan dokter di klinik mengatakan aira bayi raksasa (weleh)
Anakku ini juga sangat riang. Ia suka tersenyum. Rasanya gemes sekali melihat ia tersenyum manis.
Ia aktif sekali, tangannya bergerak, kakinya menendang-nendang. Dan kepalanya sudah ia gerakkan ke kanan & kekiri, dan tadi malam, ia sudah bisa mengaguk-agukkan kepalanya. Badannya pun bisa ia miringkan 45° ke kiri (maklum ibunya sering menyusui sambil baring di posisi kiri)
AIRA usia 29 hari
Jika sudah merasa gerah karena banyak bergerak, Ia tak mau berbaring. Ia ingin digendong, dan melihat-lihat semua hal yang berwarna kontras. Sayangnya papa tidak bisa lama-lama menggendongmu nak. BB mu itu lho, sepertinya papa mesti belajar ke sebei. Agar bisa menggendong dengan menggunakan kain.
Kadang kasihan melihat Mama aira, yang tiap malam mesti terganggu tidurnya, aira nangis minta mimik. Dan biasanya mimiknya lama, bisa sampai 1/2 jam. Papa hanya bisa membantu menukarkan popok / pun celana saja.
Syukurlah ada sebei & ayuk aira, jadi beban mama tidak begitu berat. Pada saat mama butuh istirahat & aira masih ingin main, sementara papa lagi d luar. Ada sebei yang menemani & ayuk kesya akan menggodaimu. Tapi itu hanya seminggu lagi nak. Karena mereka berdua akan pulang ke tunggang. Maklum, mereka datang ke rumah kita hanya untuk sementara, tidak untuk tinggal lama.
Namun seperti biasa kamu masih tetap akan di mandiin oleh Nenek, dan disusui oleh mama. Sesekali papa juga akan bermanin & menggendongmu keliling rumah. Jadi kamu tidak sendirian.
Love u 2(mama & aira) darling

Kamis, April 24, 2014

Aira sakit

AIRA usia 15 hari
Nak, ada rasa lega dalam dada ketika melihat engkau kembali damai dalam selimut itu.
Kamu tau, dua minggu yang lalu ketika dokter bilang kamu kuning & berat badanmu menurun 5kg. Hal itu membuat kami merasa menjadi orang tua yang buruk karena ketidaktahuan kami nak.
Maafkan kami nak, karena tak ada yang memberi tahu kami. Kalau kamu mesti menyusu tiap 3jam sekali dalam 24jam. Kami baru tau dari dokter setelah kamu dikatakan kuning nak.
Memang kamu sering dijemur pada saat panas pagi oleh nenek, selalu digendong oleh sebei & ibumu tiap malam dan bercanda serta bicara dengan papa & ayuk kesyamu setiap hari. Dan itu semua demi perkembanganmu nak.
Kini kamu baru saja dari klinik. Karena dua hari ini kamu rewel, menangis histeris, dan kagetan. Kata dokter panasmu mencapai 38.7 dan ia memberikan parasetamol.
Kesehatanmu kami serahkan pada Allah, karena kami yakin Dia lah yang menguasai semuanya.
Sebelum magrib papa bacakan alfatihah 9x di telinga kanan & kirimu. Setelah sholat magrib papa bacakan pula surat Al-ikhlas 9x ditelinga kanan & kirimu.
Dan dengan izin Allah kamu pun sehat

Selasa, April 01, 2014

31/3 - 1/4

Malam ini, ku dikejutkan oleh suara hentak istriku. Padahal setauku ia tengah tidur pulas. Ia berkata, daa... ada air daa... spontan aku berfikir air ketubannya sudah pecah. Lansung kubangunkan mertua & ibuku untuk meyakini hal tersebut. Namun, mereka malah meragu. Mulailah ku jadi panik, tenang naldy, tinggal telpon bu suratmi aj, sesuai saran mertuaku. Dan bu bidan pun meminta bawa ketempatnya.
Rasa cemas & bahagia bercampur disaat itu, alhamdulilah hati ini selalu tenang, jadi barang tidak banyak yang ketinggalan.
Cuma saja aku baru ingat klo BPJSku masih belum ada kartunya, bolak balik kami berempat, gara² bu suratmi tidak bisa menangani istriku melahirkan secara normal.
Dalam hatiku istriku pastilah sedih, karna ia menginkan lahiran secara normal ditempat bu Suratmi. Tapi aku tak merisaukan itu, yang penting istriku bisa ditangani oleh medis yang tepat.
Jam 11.02 kami sampai di RSHB batam, karena tidak berpengalaman, banyak begono begini tentang rujukanlah dan ini itu yang membuatku ling lung, tapi syukurlah hati ini tenang.
Kami kembali ke rumah dan membawa surat sementara dari jamsostekku yang sebenarnya sudah expired. Dan memang tiada disangka klo surat itu bermasalah, karena klinik rujukkanku mengatakkan jamsostekku tidak terdaftar di Bodi Rosari.
Syukurlah mereka mau menangani walau kulihat mereka tidak begitu ahli, tapi nurani mereka yang kuhargai. Walau kuhampir emosi melihat cara mereka memperlakukan istriku. Hadeeeh....
Dan akhirnya, mereka menyerah, dan berita buruknya mereka tidak bisa mengeluarkan surat rujukan.
AIRA usia 2 Hari
Okey gak masalah, karena kutau itu semua salahku yang selalu menjadi pelupa. Padahal berkasnya tinggal diantar aj huft...
Lalu kuberanikan diri membawa istriku ke RSHB, sebelum tiba di RSHB pak Zaki menelponku, ia mengatakan hal ini tidak perlu terjadi jika aku sudah mengumpulkan berkas BPJS. Iya... aq tau klo itu salahku, jadi kutrima saja.
Pak zaki memintaku besok ke BPJS, yah mungkin bisa aman aku pun belum tau.
Sesampai di RSHB entah mengapa aku lansung memberikan form kertas sementara itu ke Receptionst, dan ia menyuruhku lansung ke ruang Persalinan. Wow...
Ya... walaupun setelah istri masuk dalam ruang persalinan. Sang dokter menanyakan BPJS/Swasta.
Kini kutinggal menunggu 2 hal, menunggu anakku lahir, atau menunggu esok mesti ke BPJS. Aku pun belum . Karena klo bsk mesti operasi maka cash Rp5.120.000 mesti di cicil Rp3.120.000 dlu, ya Allah bantu hambamu ini.

05.25am

AIRA baru lahir 0 hari
Pikirku akan melalui pagi ini dengan suara azan & suara tangis anakku. Tapi ternyata besar badannya membuat istriku harus di operasi, syukurlah tabungan dari MHS masih tersimpan rapi dalam ATM siaga, alhamdulilah walau tanpa BPJS aq bisa mempercepat operasi, taulah harus bayar cicilan Rp3.500.000 dari Rp5.250.000 baru istriku bisa menjalani operasi.
Kini kumenunggu, dengan keyakinan bahwa Allah akan mempermudah ini semua, sama seperti beliau telah mempermudah aq menabung, menikah & memiliki anak. Trimakasih ya Allah, haru rasanya mendapatkan pertolongan dari-Mu ya Allah.
Tolonglah kami ya Allah, permudahkanlah segalanya bagi kami. Karena hanya engkaulah sang Maha yang dapat membantu kami. Aamiin yaa rabbal alamiin...

Kamis, Maret 20, 2014

Keluhan istriku

Sudah beberapa hari ini istriku mulai mengeluh, dalam kandungan yang berusia delapan bulan ini kaki istriku sudah mulai bengkak. Sebenarnya hal ini adalah hal yang biasa

Kamis, Februari 20, 2014

Suaka kasih

Tak terasa kehadiran ini
Rasanya cepat dalam ingatan
Padahal sarat akan proses

Manis asam asin dan pahit
Telah silih berganti datangnya
Seiring menuanya usia yang dicicil

Ini bukan tentang kesengsaraan
Ini juga bukan khayalan
Apalagi sebuah penyesalan

Ini adalah puisi renungan
Termaktub dalam keeimpulan
Bahwa hidup itu terlalu singkat

Masih kuingat dulu
Kala bermain dibawah terik mentari
Dan berselimut dalam kelamnya malam

Jalani keadaan sebagai murid
Berteman resah & candu kehidupan
Tak ayal pertengkaran pun tersisip

Merasakan duka kehilangan
Membahanakan jiwa kesengan
Menjadi remaja labil

Syukurlah disaat labil itu ada kuikuti kebenaran-Nya
Tidak terjerumus dalam nista
Walauku memiliki sisi kelam

Kini… Ia jadikan aku terhormat
Berada dalam kepemimpinan berumah tangga
Dan tak bosan mengajariku hingga nanti

Dan munculah keajaiban bagiku
Saat istriku mulai berbadan dua
Ada kekuatan bahagia disaat mengelus perutnya yang semakin membesar

Jadikanlah ia manusia yang berbakti ya Allah
Tidak lupa sesama
Apalagi keluarganya

Aamiin...

Kamis, Januari 02, 2014

Lamunan kebenaran

Entah seperti apa pertanyaan yang berkumandang dalam plafon pikiran ini. Ingin rasanya kutemukan jawabannya sesegera mungkin. Namun masih kutanyakan pada hati. Ia meragu berkata, hingga kurasa yakinku entah disekitar mana. Ragu juga tak bersuara, disini bingung. Entah dukun macam apa yang jadikan yakin & ragu seperti air & api.

Semoga ini bukanlah awal dari kehancuran yang bergulir dalam awang-awang desas-desus yang slalu kuhindari.

Butuh cahaya untuk dapat melihat abu-abu