Halaman

Kamis, Februari 20, 2014

Suaka kasih

Tak terasa kehadiran ini
Rasanya cepat dalam ingatan
Padahal sarat akan proses

Manis asam asin dan pahit
Telah silih berganti datangnya
Seiring menuanya usia yang dicicil

Ini bukan tentang kesengsaraan
Ini juga bukan khayalan
Apalagi sebuah penyesalan

Ini adalah puisi renungan
Termaktub dalam keeimpulan
Bahwa hidup itu terlalu singkat

Masih kuingat dulu
Kala bermain dibawah terik mentari
Dan berselimut dalam kelamnya malam

Jalani keadaan sebagai murid
Berteman resah & candu kehidupan
Tak ayal pertengkaran pun tersisip

Merasakan duka kehilangan
Membahanakan jiwa kesengan
Menjadi remaja labil

Syukurlah disaat labil itu ada kuikuti kebenaran-Nya
Tidak terjerumus dalam nista
Walauku memiliki sisi kelam

Kini… Ia jadikan aku terhormat
Berada dalam kepemimpinan berumah tangga
Dan tak bosan mengajariku hingga nanti

Dan munculah keajaiban bagiku
Saat istriku mulai berbadan dua
Ada kekuatan bahagia disaat mengelus perutnya yang semakin membesar

Jadikanlah ia manusia yang berbakti ya Allah
Tidak lupa sesama
Apalagi keluarganya

Aamiin...

Tidak ada komentar: