Tak terasa kehadiran ini
Rasanya cepat dalam ingatan
Padahal sarat akan proses
Manis asam asin dan pahit
Telah silih berganti datangnya
Seiring menuanya usia yang dicicil
Ini bukan tentang kesengsaraan
Ini juga bukan khayalan
Apalagi sebuah penyesalan
Ini adalah puisi renungan
Termaktub dalam keeimpulan
Bahwa hidup itu terlalu singkat
Masih kuingat dulu
Kala bermain dibawah terik mentari
Dan berselimut dalam kelamnya malam
Jalani keadaan sebagai murid
Berteman resah & candu kehidupan
Tak ayal pertengkaran pun tersisip
Merasakan duka kehilangan
Membahanakan jiwa kesengan
Menjadi remaja labil
Syukurlah disaat labil itu ada kuikuti kebenaran-Nya
Tidak terjerumus dalam nista
Walauku memiliki sisi kelam
Kini… Ia jadikan aku terhormat
Berada dalam kepemimpinan berumah tangga
Dan tak bosan mengajariku hingga nanti
Dan munculah keajaiban bagiku
Saat istriku mulai berbadan dua
Ada kekuatan bahagia disaat mengelus perutnya yang semakin membesar
Jadikanlah ia manusia yang berbakti ya Allah
Tidak lupa sesama
Apalagi keluarganya
Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar