Lama tak bersua, namun inilah tempat curhat terbaik sepanjang masa. Kali ini gak mau ceitain detail kejadian. Namun ini adalah etika yang mesti dilaksanakan sebagai partner kerja.
Rasanya bahagia banget bisa membawa mereka (kls XII RPL) kehadapan pintu Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) yah meski ini bukanlah kali pertamanya saya membawa anak2 RPL ke depan pintu UKK. Namun untuk perjuangan yang selama ini dilakukan rasanya tinggal mendampingi mereka dalam ujian UKK yang digelar 21-22 feb 2017.
Namun, siapa sangka. Sepihak saya tidak tahu bahwa saya cuma Guru simulasi UKK mereka bukan yang akan menjadi penguji internal (backsound petir). Sontak rasanya saya menjadi sedikit tidak percaya dan mencari tahu kesana dan kemari.
Rasanya tak adil, kalau saya mengetahuinya belakangan dimana semangat saya dalam membina mereka mesti sampe pada tahap pengujian yang sebenarnya, tapi koq bukan saya yang jadi penguji internal ???
Yah, saya pun melancarkan aksi damai. Saya perlu mengetahui apa saya punya SK dari kepsek untuk berada dilingkungan sekolah, Oh ternyata tidak, lalu saya pun mengatakannya kepada partner saya (yang jadi penguji internal) yup dia seolah-olah bertindak saya mesti datang, namun logika yang saya berikan berdasarkan kenyataan maka ia pun tak bisa menahan saya untuk tidak hadir.
Selang 2hari berlalu, saya katakan kepadanya bahwa saya lebih pantas menjadi penguji internal ketimbang dia, wah dia menertawai saya, saya rasa jika saat itu saya panas. Maka saya hanya akan berkata tak karuan yang malah memalukan diri saya sendiri, saya cuma ingin orang bisa beretika baik kepada saya untuk itu saya pun akan baik sama dia.
Alhamdulilah, rasanya lega sekali bisa mengatakan bahwa saya lebih pantas jadi penguji ketimbang dia yang hanya menerima bersih anak2 yang siap mengikuti ujian setelah saya siapkan mereka.
Saya tidak tahu lingkungan saya akan berkata apa, tapi saya merasa adil dengan jerih saya sendiri. Dan saya tidak menuntut uang, saya cuma minta tolong hargai saya dengan etika yang baik ;)
Yang pasti saya cuma merasa bertanggung jawab secara moral terhadap mereka, namun saya juga tak ingin diindahkan secara etika. Mungkin saya salah, makanya saya keluarkan yang saya inginkan dengan cara yang bijaksana menurut saya, semoga Allah mempermudah saya Aaamiin YRA ;)