Halaman

Jumat, Juni 22, 2007

Special

Kereta api, itulah kesan yang pernah dilontarkan guru Biologiku saat aku masih duduk di Madrasah Tsanawiyah Swasta Al-ma’arif, sebuah pondok pesantren yang memiliki banyak history. Beliau menuliskan kata itu saat dia bilang akan berhenti menjadi guru dan melanjutkan studinya ke Bandung. : “Naldy kamu itu kaya kereta api, walaupun hitam tapi banyak yang menanti” saat pertama kali membaca tulisan ini aku merasa bigung, linglung bahkan aku juga menganggap ibu guru bercanda aja, karena tak ada yang akan dituliskan untukku.

Lama kelamaan aku jadi sadar dan mulai mengerti tulisan ibu itu, akhirnya aku menilai ini adalah kalimat yang datang dari seorang guru terhadap muridnya. Sebuah kalimat yang selalu akan berarti bila aku merasakan kekecewaan, yah itu mungkin hanya kalimat untuk membuatku selalu hidup.

Fase demi fase berlalu umur pun bertambah menjadi renta, dalam perjalanan ini aku temui beberapa Bunga yang membuatku terpesona, emang mereka manis dan cantik, tapi tetap aja seperti kereta api, mereka masuk saat butuh dan pergi saat mereka telah sampai pada tujuannya, namun dari itu semua aku tetap memiliki Bunga yang selalu menantiku. Walau aku ga tau siapa dan seberapa sabarkah dia akan menuggu diriku, mungkin mereka sadar dalam hati bahwa aku dan dia tidak bisa bertemu, namun mereka tetap saja menunggu dan menugggu sampai saat itu datang, dan aku juga ga tau bagaimana nantinya? Apakah mereka akan setangguh karang ditepi laut yang selalu dihempaskan ombak.

Namun walau bagiamanpun juga itulah hidup, kita tak pernah tau siapa yang akan kita butuhkan dan kita juga ga tau apakah orang yang kita butuhin sekarang aalah orang yang tepat untuk menjadi tempat bersandar bagi kegalauan hati.

Tapi yang jelas, selau ada kata Spesial dari kita untuk mereka yang berada disekeliling kita, karena hidup adalah misteri dan kita adalah Pelakon yang berada dalam sebuah bola dunia yang sebenarnya gelap, karena kita tak pernah tau apa yang akan terjadi besok, masihkah kita dapat bernafas?

Kamu tau siapa orangnya? “JODOH”

Call ME Ciderella

Petama saat kutemui dia adalah Bidadari yang menambakkan tautan rasanya padaku, namun sayang ya dia tak pernah dan aku juga tak pernah tau kapan rasa ini akan berakhir. Cinderella itulah sapaku padanya walau hanya dalam SMS tapi dia selalu saja ingin menjadi Cinderella, entah karena bangga dengan nama yang kuberikan atau hanya menarik perhatianku saja. Tapi yang jelas terjadi dia emang suka dipanggil Cinderella, ya walaupun itu hanya di dalam SMS.
Namun walau begitu aku punya alasan yang jelas mengapa aku menyapanya dengan panggilan Cinderella, ini kaya cerita klasik jadul (jaman dulu) saat sang Pangeran mendapatkan pujaaan hatinya lalu ia mencari cinderella dengan membawakan sepatu kaca।
Nah hal serupa juga terjadi padaku, unik emang. Pertemuan ini dimulai saat aku menangani Show Teater SERU Universitas Internasional Batam di Pentas seni POLTEK Batam, mereka mengangkat cerita tentang Sunny sang Pangeran Pencari Cinta (kaya dewa 19, red) kebetulan cewe ini (Ciderella, red) menjadi Ratu alias ibunda dari Sunny, ga nyangka!. Saat pementasan berakhir sang Ratu jatuh pingsan dan aku, jadi orang panik yang ada di Pentas seni itu, maklumlah ada hati. Tapi panik itu sangat alami sekali dan aku ga tau kenapa emosiku bisa sangat meledak disaat itu, dia pingsan karena Maag-nya kambuh aku juga tau kalo dia Leukimia, ah sangat kompleks sekali kegaluan hati yang kupunya disaat itu. Sampe pada ahkirnya aku pengen sekali menjadi obat penyembuh baginya, karena aku juga merasa punya tanggungjawab moral saat Ibunya menitipkan anaknya padaku, wah-wah bisa di potong orang aku!!! Namun itu semua berakhir ketika ia mulai bicara dan bergerak (walau dibantu), lalu sang Ratu pulang,

“saya sudah sembuh” SMS yang kutrima dari dirinya, trus dia melanjutkan dengan “kak sepatu saya ketingglan ama teman kakak” ya aku cukup ngerti dengan kata-kata itu aku sanggupin aja untuk mengambil kerumah temenku, lalu sepatu kaca sebelah kiri itu aku antar kepadanya.
Ya kaya dogeng sih ceritanya, tapi sayang aku ga boleh berharap banyak dari dirinya, aku tau koq, dia udah punya tunangan, eh salah maksudnya kekasih. Cukuplah aku merasa begitu saja, masih ada waktu untuk bermesra-mesraan. Kan belum kiamat

Kasmaran

Mimpi apa aku semalam? Saat bangun pagi, ternyata matahari telah terbit 4 jam yang lalu. Tanpa merasa bersalah aku pun masuk ke kamar mandi untuk bersemedi sejenak maklumlah kalo udah diisi bawaannya pengin di buang aja. Kebetulan saat itu hari sabtu, hari yang biasa saja menurut aku, mungkin karena aku jomblo kali ya? Ah ga masalah yang penting rasanya bung. Karena tak banyak kerjaan yang bisa aku kerjakan akhirnya aku pergi ke kampus untuk mengikuti kelas TOEIC, sungguh merupakan kelas yang asyik kalo ngerti apa yang dibilang Mr. Iqbal (Dosen, red)

Selesai TOEIC yang mahal, aku ngumpul dengan teman-teman ketawa-ketiwiku yang selalu bahagia! Tiba-tiba??? Seorang gadis item manis mendekati sambil membawa kerutan masalah dikeningnya, ku akui dulu aku memang suka ama cewe ini, maklum kenangan OSPEK yang tak kudapatkan. Dia gabung dan mulai merenung kaya orang kesurupan, aku yang risih langsung memberi komentar, saat kutanya dia diam, diam dan diam. Ah aku mulai pasang jurus narsisku “Koq bengong senyum donk” (begitulah kata-kata yang kuingat saat menulis ini) lalu dengan sedikit humor aku langsung melihat dirinya yang tersenyum. Sejujurnya aku bilang “Aku senang dech liat kamu tersenyum” namun sentak aku sadar kalo kata-kata itu keluar dengan sendirinya, dan teman-temanku malah tersenyum sipu menyimpan kata-katanya padaku, dan aku tau kata-kata itu apa “Kamu suka ya ama orangnya”

Tak banyak kata lagi, aku hanya diam. Dia mulai angkat bicara, “Aku boleh nebeng ga ama kamu?” wah dengan refleknya aku bicara “BISA!!!”,“Tapi kan ga ada helm”,”Ga masalah pinjem helm security aja, gimana?” wah dia jadi terdiam lagi, ya udah aku paksa kepastiannya dengan “Gimana mau ga? Mau ya?” wah dia jadi tersenyum sambil menatap dalam ke mataku, seakan bicara “#$##@#$#” ya susah diterjemahkan karena rasa itu aku sendiri menjadi #$#@#$ dan ga tau ngobatinnya giman

Wah pokoknya tu malam jadi malam minggu bagiku, kaya kasamaran aja?
Iya ato ga-nya aku pun tak tau, abis aku ga suka liat teman yang cemberut, padahal bulan ini dia mo MERIT lho, Selamat ya, semoga bahagia.