Alhamdulilah, malam yang indah ini seperti biasa, kuhabiskan waktu bersama istri & anakku yang sudah memasuki usia 2 bulan + 14 hari.
Walau masih mengerjakan kerjaan kantor, namun tak tega rasanya kalau tidak mengindahkan obrolan yang dimulai oleh istriku. Tak mengapa, masih ada esok untuk melanjutkan pekerjaan kantor pikirku.
Cerita malam ini terasa spesial, karena istriku bercerita tentang kisahnya di masa lalu, ketika ia telah tamat sekolah dan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Rasanya haru kudengar, karena ia merasa berkewajiban membantu ekonomi keluarga meski harus rela menjadi pembantu rumah tangga.
Alhandulilah, ia mendapatkan perlakuan yang baik dari keluarga majikkannya. Ia tidak merasa diperlakukan semena-mena, walau ia harus menahan kantuk karena setelah sahur mesti harus membantu ibu majikkan memasak tajil. Dan itu ia lakukan sebulan penuh puasa, kebetulan mulai kerja sudah puasa. Walau tidak begitu detail ceritanya, istriku cuma bekerja 3 bulan disitu. Hal ini karena ibu majikkannya mesti berangkat ke louksumawe aceh, karena yang tinggal hanyalah 2 orang anak lelakinya, ibu majikkannya pun menyuruh istriku pulang kampung.
Oh.. Ya
Terus apa hubungannya dengan judul peran pengganti???
Hihi... Cerita tentang istriku itu menyadarkan aku. Bahwa pekerjaanku dalam mencari uang ternyata diawali karena Menggantikan orang.
Mulai dari MHS, aku bekerja disana diawali karena adanya guru yang akan keluar, hingga akhirnya berhenti dan aku pun lansung diterima di Al-Azhar juga menggantikan guru. Bedanya di Al-Azhar aku menggantikan guru yang sudah keluar. Dan juga kemarin disaat aku ngajar ke LP3i Kolej Islam Muhammadiyah Singapur aku juga menggantikan dosen yang telah keluar. Bedanya dengan Al-Azhar, di LP3i KIM aku menggantikan dosen yang dipecat.
Hihi... Lucu juga
Yang penting Alhamdulilah ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar