Halaman

Senin, April 25, 2011

Lelaki bodoh malam itu

Bersiap setelah isya & naiki motor bebek merah 120cc malam ini cukup dingin ternyata. Namun keadaan malam sudah terbiasa menggunakan jaket tipis yang cukup modis, semoga angin tak mau menepis kulit yang masih cukup kencang.

Tidaklah salah, saat rencana tidak terealisasi secara baik. Maklumlah yang buat hajatan juga kadang-kadang, karena kurang memahami situasi dan sayangnya waktu itu ia salah kaprah menanggapi sesuatu yang seharusnya ia rancang dengan baik. Karena memang ia sudah memberitahukan kepada beberapa orang, hingga acara pun tak tau ujung pangkalnya. Gagal adalah kata yang tepat pada malam itu.

Tak perlu merenungi dan kesal dengan kondisi, karena ini memang kerap terjadi. Mungkin suatu hari nanti ia hanya akan bercerita tentang malam ini tanpa ada introspeksi diri untuk dapat memperbaikinya.

Tenang dengan duduk manis diatas sofa yang cukup empuk seraya membumbungkan asap rokok yang baru saja dibakar. Asapnya pun melayang seperti rencana yang tak jelas pada malam itu, bukankah itu sesuatu yang sudah dapat dimaklumi?

Capek dengan pemandangan dinding-dinding ruangan dan sudut-sudut sepi, seorang teman memberikan segelas kopi dan memberikan ide menghabiskan waktu hingga larut dimalam itu, tak ada kata penolakkan, ia mengabulkan permintaannya dengan optimis menghubungi seseorang yang akan dijemput. Walau awalnya dering telpon tak kunjung dijawab, namun sms balasan ada yang menyahut, motor pun di gas rame-rame dan iring-iringan pun terjadi pada malam itu.

Sempat singgah didua tempat yang berbeda maklumlah motor pun perlu bahan bakar untuk menghangatkan mesinnya dan melumasi piston yang selalu begerak dinamis. Waktu pun semakin malam, hingga akhirnya sampai ditempat tujuan dan bercengkrama dengan seseorang yang dituju malam itu.

Segelas air dingin penawar haus malam itu pun diteguk, canda tawa tak lepas mengiringinya. Dengan sedikit berbisik dan menahan tawa namun semua itu terjadi apa adanya.

Sayang, malam itu sang lelaki merasa bodoh. Rasa kesal dan cemburu memburu, namun tak ingin mempercepat malam menjadi larut. Ia hanya terbius suasana yang ada sembari menekan perasaannya yang makin runyam. Untunglah teknologi sedikit berkembang, ada kegiatan yang dilakukan untuk menghadang sakit yang mengguncang. Malam yang tak pernah disangka akan kebodohan lekaki yang merasa teraniaya perasaan.

Pulang, melepas penat yang bergabung dengan sendu malam dalam diri, serasa kelam, hampa terkapar perasaan. Mungkin hanya dirinya yang merasa seperti tak kuasa. Dan ia berdoa sepanjang malam menghabisi tidurnya, ia bertanya pada Tuhan-Nya ia mengharap belas kasihannya. Dan ia sadar akan kesalahannya, ia berharap Tuhannya mengampuninya dan menghilangkan duka lara dimalam itu.

Ia pun tertegun, ia coba hilangkan semuanya. Tuhannya pun memberi jalan, di malam yang sunyi itu, ia ditemani oleh 2orang wanita. Mereka bercerita dari jarak jauh, tanpa saling berbalas suara, hanya ada suara ketikkan keyboard pada malam itu. Mulai dari kata patah hati, lelaki berkata, namun tak ia dapatkan yang ia mau. Hingga akhirnya ia pun bercerita dengan saudari perempuannya yang jauh dari rumah. Mereka saling berbalas kata, kadang terhenti karena harus melakukan sesuatu dibilik kecil. Malam yang begitu larut berganti menjadi pagi yang penuh dengan embun, kata-kata pun ditutup dengan ajakan tahajud pada subuh itu. Mereka pun menghentikan aktivitasnya. Dan mulai menyembah Tuhannya yaitu: Allah SWT

Jumat, April 22, 2011

Pencarian 25

Membuka mata pada kenyataan dan mengukirnya dengan seribu proses, jadikan hari bias tanpa sepi, adalah waktu yang tak kenal lelah dalam mencari bidadari yang selalu jadikan aku beku dan cair sesuai suasana yang mereka tawarkan padaku.

Kadang memberikan kehangatan seperti matahari terbit yang menyinari pagi namun ia juga seperti senja yang semakin kelam karena matahari redup perlahan meninggalkan bumi dalam kesendirian, hingga malam pun sepi tanpa bintang dan bulan yang menghiasi malam.

Semoga pencarian 25 ini kudapatkan bungaku yang memberikan penawar rindu disetiap kisah, memberikan embun paginya kala aku resah dan ia menghangatkanku kala beku menghadangku.

Terbongkarnya rahasiaku

Sejenak masih terfikirkan kejadian kemarin yang telah terjadi tanpa rencana. Momen yang tercipta kala itu, saat sebuah penasaran menjadi puncak candu sesorang memaksaku memperlihatkan KTP padanya. Walau tanpa ia sadari, itu adalah cara yang tak pernah terfikirkan olehku. Dia hanya bertanya, hipnotis kelakuannya jadikan ikhlasku hingga kusodorkan KTP tsb.

Sepertinya itu cara yang cukup licik untuk membuka rahasia ultah yang kusimpan selama ini dari teman-teman sepekerjaanku. Tapi siapa sangka dengan adanya rahasia itu dan membiarkan seseorang mencari tahu, malah menciptakan momen indah yang terjadi pada ultahku yang ke-25.

Dan tentunya akhir yang selalu kudambakan yaitu ditemani oleh seorang wanita idaman, walau hanya sebentar namun itu adalah akhir malam yang terbaik mengakhiri tanggal kelahiranku malam itu.

Kamis, April 21, 2011

Investigasi MYFS



sebuah investigasi kadang membuahkan hasil yang tak pernah kita sangka2, tapi kesalutan itu memang perlu aku apresiasikan dengan mentraktir MYFS dalam sebuah pertemuan yang kita sengaja ^^,

Rabu, April 20, 2011

Kata-kata itu

terkadang kita tuh merasa seseorg tuh berharga ktka dia jauh
Kata seorang teman dari sekian puluh kata yang telah ia ketikkan sore ini. Rasanya kata itu udah pernah aku dengar, saat kemarin mulai malas untuk berbagi cerita, lalu browsing google sana sini.
Mungkin tepat jua rasanya kata2 diatas, cukup bijak setelah kucerna, karena bukankah terkadang pertemuan membuat kita bosan, namun perpisahan menjadikan moment itu tak terlupakan. karena ia Berharga

Selasa, April 19, 2011

Dunia

Seakan tak percaya
kita telah hidup layaknya raja, presiden atau sebutan keasyikan lainnya
namun, sadarkah kita berapa kenikmatan yang telah kita terima??

Jarang sekali kitta mo menghitung
karna memang susah untuk di itung

makanya kita disuruh untuk selalu bersyukur
kepada-Nya
dengan cara ya mematuhi segala keinginannya

so how about You??

Tersandung batu yang sama

Masih berjalan secara pasti dengan langkah yang siap menantang keadaan didepan mata. Saat kutemukan tenang, lalu kucoba menyapanya dan tentu saja bersahaja dengan tenang tersebut menyahutnya. Ia mampu memberikan mimpi indah yang kudamba, namun entah mengapa akhirnya aku tersandung pada keadaan perang, lalu kucoba menjauh agar perang tak pernah terjadi, sayang bekasnya masih tersisa.

Santai, masih ada kekuatan dalam hati untuk menarik tenang yang lain, hingga kucoba menarik simpati dari hal-hal yang sedari kemarin menarik perhatianku. Sebuah senyum yang setiap saat masuk kedalam pintu itu, pintu yang saat itu tentu aku pun ada dibalik pintu tersebut. Tak mau kehilangan kesempatan kucoba mencari cara menarik tenang, lingkungan buatku agresif terhadapnya. Semua indah pun tercipta meski tidak seperti yang diharapkan lingkungan. Yaitu bersatu dengan tenang, tak apalah hingga kusapa tenang siang hingga sore mendatangi. Mencari tau keadaan hingga tenang datang kembali, memberinya senyuman karena tenang selalu buatku bahagia.

Malam pun menjelma, rindu akan tenang kuobati dengan rayuan pantun yang kusadap secara gratis oleh orang lain. Bertemanlah ingin dan rindu itu dengan balas yang tak sudah-sudah dari handphone yang sedari tadi mendapati pesan singkat penuh tawa dan tanya. Namun pesan itu pula yang membuat sebuah risih yang tercipta ia tak membalasnya. Kucoba menyapa dengan suara agar tenang tau kalo aku menanti jawabannya, sayang tenang memberikan ilusi tak pasti hingga segala ucap pun lari dari pertanyaan.

Dalam kenyataan itu, tenang sedikit meninggalkanku. Ia ragu untuk bersamaku, padahal aku tak mau beranjak dari tenang. Mungkinkah aku tersandung batu yang sama lagi?

Sabtu, April 16, 2011

ia & mereka

Mungkin bukan sekedar ucap yang keluar, seketika tadi dihari ini aku bercengkrama dengan dia dan mereka. Ada makna disetiap canda yang tercipta, ada alasan mereka melakukan itu semua. Semua harapan dari pengharapan di tahun ini.

Waktu pagi ini pun bukan sekedar temu sapa yang terjadi, lama rasanya kunantikan pagi yang indah ini dan berharap ada peluang disetiap kehadirannya. Walau dalam diri ada tekanan yang terkadang tak pernah bisa kukatakan dengan curahan kata yang banyak pada orang lain. Aku hanya bisa mendengarkan mereka berkata, karena takut ucapku takkan sesuai menggambarkan gamang yang terjadi.

Aku bersyukur mereka berikan inspirasi pada kenyataan yang mereka rasakan, mulai dari canda mereka beranjak mengatakan ikhwal realita yang mereka jalani. Temanku pak Darwin mengatakan perjumpaannnya dengan sang istri melalui sebuah kata cinta. Dan temanku Noni memberikan nasehatnya disela kesalahan yang terjadi padaku karena ia menganggap itu adalah perilaku yang tak perlu kuulangi lagi. Cobalah untuk ikhlas dan melupakan apa yang telah kau berikan katanya padaku namun dengan kata-kata contoh yang ia rasakan.

Namun semangat dan resah itu bersatu dalam diri, dan ingin kuterobos dengan sebuah keputusan hakiki, agar jalan ini nampak nyata, tidak buram dan penuh kabut gelisah. Karena ada garis finish didepan yang kita yakini sebagai TAKDIR. Dan cara yang tepat adalah melakukan sesuatu (entah apa).

Kamis, April 14, 2011

Rancangan yang tak terduga

Sebuah kemenangan hari ini, ijinkan semua lelah mendung menjadi pasti. Arahkan semua percaya dalam ruang rindu penuh. Cagar kata dalam puisi tercipta, seksama dalam kerancuan yang tak pernah kuduga.

Ada ceria dan lelah hari ini, saat mata enggan menampakkan matahari hingga telat pun terlakukan. Kondisi pun memaksa mesin motor melaju kencang mengarungin angin kecepatan yang sedari tadi terhalang oleh macet pagi yang sudah biasa. Walau ada rasa bersalah karena terlambat ngantor, namun sambutan pagi dari kawan-kawan sepekerjaan hilangkan ragu untuk bertarung mencari keberuntungan hari ini.

Mobil pun siap mengangkat, setelah motor kusandarkan diatas teras bangunan yang diatasnya masih belum jadi, sedikit senyum pagi pada orang yang menyapa hilangkan curiga dan canggung kesalahan yang sedikit terlakukan yaitu: Telat Datang. Tapi tak mengapa, mereka sudah sedikit terbiasa denganku hingga balas senyuman pun terasa santun dan ikhlas didadaku.

Bukanlah suatu kebetulan jika pagi ini aku harus ikutan buru-buru, selaku pembicara hari ini seharusnya aku tau akan hal ini. Walau masih belum bisa memastikan apa kira-kira yang bisa kulakukan untuk menarik perhatian siswa SD pagi ini. Sebuah keadaan yang dibungkus dengan bungkam sedari tadi, sebenarnya bukan memikirkan apa-apa, hanya ingin mengisap rokok yang sedari tadi belum terbakar. Dan akhirnya saat itu tiba, aminlah sudah semua keingina itu saat sampai dilokasi yang dituju.

Ada kata yang sangat bersemangat dikata-kata mereka, biuskan harmoni iseng dalam hati untuk sejenak bermain dengan mereka padahal sekarang aku harus menyampaikan sedikit seminar pada mereka. Untunglah slide buatan temanku tidak sekaku palu ucapannya yang terkadang buatku tak mengerti. Hingga akhirnya teman-temanku mengatakan alay padaku, hahaha... ternyata aku berhasil menghipnotis semua orang menjadi tertarik akan pembicaraanku saat itu Alhamdulilah...

Sayang kesenangan itu tidak selalu dapat hadir walau dalam 1 hari saja, rasa bosan dan gerah mulai mencangkokiku, pendengar mulai menghilangkan pandangannya padaku, ingin rasanya kuhentikan saja namun mereka tetap saja berada disini dan dengan ikhlasnya mereka tertawa dan bercerita. kurasa keisengan tadi hilang sudah, malah aku yang terhipnotis malas karenanya.

Selasa, April 12, 2011

Repot Rasa

Terasa penat badan ini setelah sedikit waktu memberikan materi tentang komputer pada kelas yang sedikit ribut, ada celah kesal namun itu semua juga terobati dengan tingkah laku mereka yang sedikit bisa memberikan hormat.

Tapi penat yang tercipta ternyata bukan hanya dibadan, ada penat yang tersirat dalam dada yang sedikit menyesak. Seperti kata iwan fals, entah mengapa. Ada sebuah pernyataan yang membuat sebuah pertanyaan yang diri sendiri juga tidak tau. Apakah entah itu adalah sebuah keinginan, ataukah entah itu cuek yang tak terpikirkan. Semoga entah dan penat yang menyesak ini bukanlah alasan untuk menghilangkan diri dari kenyataan bahwa hidup adalah anugrah yang biar bagaimana pun rasanya tetap harus dijalankan.

Bicara soal hidup, bukanlah hal yang tak pernah lepas dari setiap rasa. Mulai dari rasa senang, cinta, damai, takut, bosan, marah, benci dan hal-hal lain yang terasa yang kadang terlupakan dalam kata. Kesemua hal itu berlagu dalam tahta sesuai dengan kenyataan yang kita lakukan sehari-hari.

Semua rasa itu akan datang satu persatu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang kita harapkan. Saat melihat perempuan misalnya, ada keinginan untuk mendekati saat dekat dan merasa nyaman, aman tentram, sentosa dan cinta. Ada kebutuhan untuk selalu mendekati, setelah dekat datang lagi keingin untuk memiliki agar dapat selalu memenuhi kebutuhan hati. Hingga pada suatu hari ketika anda merasa belum siap, ada takut pada kenyataan yang berlansung, kadang takut itu sesuai kadang tidak. Hanya saja terkadang takut itu membuat kenyataan lagi pada diri anda. Kenyataan bahwa anda ragu dan terkadang gontai untuk melakukan aksi.

Tapi apakah semua aksi itu penting, kadang juga tidak penting. Tidak penting ketika anda merasa orang yang anda butuhkan hanya bermain saja dengan anda. Namun terkadang cinta berkata lain, namun itulah hidup, seperti kata pikiranku mencari hal yang indah itu kadang membosankan, walau kadang tidak semua akhir itu menyenangkan.

Sabtu, April 09, 2011

Sandaran

Kau tau betapa menakjubkan rasanya ketika engkau bisa menyandarkan diri pada seseorang yang kau harapkan keberadaannya. Tak ada rasa beban yang menggangu, tak ada khawatir yang menghujam. Walau kau tau ketika itu engkau hanya bersandar sebendar disampingnya dan dia hanya terdiam membiarkanmu bersandar, ini adalah hari yang sangat kunantikan padahal sandaran itu terjadi hanya karena iseng belaka tanpa merencanakan sebelumnya. Terimakasih cantik karena kau telah membiarkanku merasakan hal itu.

Minggu, April 03, 2011

Ketika namaMu terukir

Siang yang cukup panas memaksa badan cukup berkeringat saat itu. Sedikit ada rasa bosan yang mengganggu maklumlah, klo sedang weekend emang bigung mo menghabiskan waktu kemana disaat gersang ini.

Sejenak kemudian aku mulai ingat dengan D3000 yg masih kusimpan dalam Dry box, liat kelangit diluar rumah awannya cukup menjanjikan untuk dipotret karena emang senang melihat biru langit saat itu. Tanpa basa basi kubuka dry box dan mulai mengatur setting kamera D3000. Lalu kutengadahkan kepada ke atas langit untuk melihat-lihat spot awan yang bagus untuk diabadikan dalam kamera. Lalu klik 2 gambar sudah kudapatkan pada posisi vertikal disamping rumahku.

Awalnya aku tak sadar, setelah melihat dan mereview melakukan zoom berulang-ulang kali, aku terkesima melihat hasil yang kudapatkan pada hari itu. Wow kudapatkan susunan awan yang membentuk nama Allah dalam tulisan arab. Subhanalah, selama 23th hidup baru kali ini memotret awan yang begitu berarti.
Karena Rasa kagum akan foto tersebut malamnya ku upload ke akun facebook-ku. Dan ternyata banyak yang mengomentari foto tersebut, dan aku bersyukur mereka yakin klo foto itu bukanlah olahan dari software karena foto itu memang asli adanya. سبحان الله

Jumat, April 01, 2011

Sebuah Keberanian

Mungkin saat semua pertanyaan mulai tergambarkan ada lencana keberanian yang harus dimenangkan, saat semua hari memenuhi segala rasa dan kekuatan untuk bisa berdekatan. Ato itu semua tidaklah sesuatu yang penting bagi dirinya saat aku merasakan rindu yang menggema disela hati yang selalu terpatri.

Satu yang harus dimaklumi, aku tak pernah mendengar rasa yang ia miliki. Entahlah apa yang ia lakukan itu merupakan suatu rasa ato hanya emang hanya ingin bermain saja denganku. Ia katakan sayang, ia tanyakan makan dan ia kesalkan tingkah burukku. Entahlah bagaiaman mendeskrispsikannya jika ia saja masih saja bermain api dengan orang lain.

Kurasa kesatriaan mengungkapkan itu hanya akan ada akhir saat kukatakan padanya
Meski kau tau, misteri akhirnya.

Tak perlu dipikirkan kali jika gagal ^^,