Ada rasa sedih yang tak terkatakan. Setelah rasa gembira bergejolak, dan rasa syukur yang terlafadzkan.
Sedih, karena merasa sebuah kata yang membuat itu sendu. Lidah pun jadi kelu dibuatnya.
Hal ini karena modal dalam logika yang tak ada. Masih terasa belum yakin dalam waktu dekat akan punya materi yang banyak. Padahal dalam kuasa Allah, apalah yang tidak mungkin.
Tapi, apa hendak dikata. Kata sudah terlanjur, dan sedih sudah berlukar. Tinggalkan menung hingga kini.
Terimakasih, telah membaca semoga tidak terulang lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar