Halaman

Kamis, Januari 02, 2014

Lamunan kebenaran

Entah seperti apa pertanyaan yang berkumandang dalam plafon pikiran ini. Ingin rasanya kutemukan jawabannya sesegera mungkin. Namun masih kutanyakan pada hati. Ia meragu berkata, hingga kurasa yakinku entah disekitar mana. Ragu juga tak bersuara, disini bingung. Entah dukun macam apa yang jadikan yakin & ragu seperti air & api.

Semoga ini bukanlah awal dari kehancuran yang bergulir dalam awang-awang desas-desus yang slalu kuhindari.

Butuh cahaya untuk dapat melihat abu-abu