Konfiksi saat semua terjadi
Aral dan kisah bukanlah semata gelisah
Hunian yang tertuang dalam salju dan gerah kehidupan
Ada aral yang melintang
Saat kabut mulai mencuat
Rabun mata hati mulai hilangkan kepastian
Membuat konfiksi mendayun ayun dalam galau
Musnahkah harapan?
Hanya konfiksimu yang bisa menerawang
Batam, 30/11/11
Rabu, November 30, 2011
Sabtu, November 26, 2011
Renungan cinta
Sesaat dalam kesendirian terpana akan sebuah rasa yang terasa dalam kalbu. Ada ketakutan dalam diri, ada kebencian pada sendiri yang merasakannya. Cinta bukanlah sekedar pemuas nafsu yang mengandung kata suka, irama itu sering sekali terurai detail pada saat melihat seseorang yang dalam matamu indah dan mengagumkan.
Setelah kuterka dan mengilhami cinta, aku bukanlah seseorang yang gampang mengatakannya. Hanya saja tak kuasa menahan rindu pada sosok yang akan memberikanku ketenangan. Dengan kehadirannya ia akan menatapku dengan penuh harap akan bersua selalu, dengan perkataannya ia membiusku bahwa ia mampu mengenaliku dan dengan berada didekatnya debur kegalauan yang selalu memuncak ia tenangkan dengan segala yang ada pada dirinya.
Kukira aku telah jatuh cinta, saat ia hanya cantik belaka. Ternyata aku salah, ada cantik yang lainnya yang kuharapkan padanya. Dan aku pernah bersua dengan orang itu, walau aku tak mengucapkan i love u, tapi dengan ketulusannya ia bisa memberikanku cinta dengan tulus. Walau ia tak pernah mengatakan kiss me, tapi ia selalu akan menatapku dengan dalam. Dan ia adalah wanita sholeha, istiqomah menutup auratnya dan sholat ketika ia tidak berhalangan.
Walau awalnya aku tak begitu mengenalnya, namun ia yang mengenalkan diri, dengan Kesabaran dan keteguhan yang ia miliki. sempat juga seorang temannya berkata she's like u, disanalah kumulai mencoba memahami kata itu.
Setelah kuterka dan mengilhami cinta, aku bukanlah seseorang yang gampang mengatakannya. Hanya saja tak kuasa menahan rindu pada sosok yang akan memberikanku ketenangan. Dengan kehadirannya ia akan menatapku dengan penuh harap akan bersua selalu, dengan perkataannya ia membiusku bahwa ia mampu mengenaliku dan dengan berada didekatnya debur kegalauan yang selalu memuncak ia tenangkan dengan segala yang ada pada dirinya.
Kukira aku telah jatuh cinta, saat ia hanya cantik belaka. Ternyata aku salah, ada cantik yang lainnya yang kuharapkan padanya. Dan aku pernah bersua dengan orang itu, walau aku tak mengucapkan i love u, tapi dengan ketulusannya ia bisa memberikanku cinta dengan tulus. Walau ia tak pernah mengatakan kiss me, tapi ia selalu akan menatapku dengan dalam. Dan ia adalah wanita sholeha, istiqomah menutup auratnya dan sholat ketika ia tidak berhalangan.
Walau awalnya aku tak begitu mengenalnya, namun ia yang mengenalkan diri, dengan Kesabaran dan keteguhan yang ia miliki. sempat juga seorang temannya berkata she's like u, disanalah kumulai mencoba memahami kata itu.
Disuruh mimpi
Sepakat juga dengan pemikirannya, karena impianlah yang selalu menjadi enzim pelaksana semangat. Tak ayal ketika impian itu sedikit menjadi sebuah kenyataan kadang malah larut dalam kesenangan yang kelabu belaka.
Sedikit moativasi hari ini, memanage diri menjadi lebih baik dan mengontrolnya menjadi hal yang super adalah pekerjaan yang menyenangkan. Karena sesuatu yang menyenangkan ketika dilaksanakan akan terasa nikmatnya ketimbang negative thinking yang selalu merasuki pikiran. Lalu berkabung dengan cekcok kehidupan yang kadang hilangkan motivasi dan semangat hari.
Be confident Be Someone Valuable thats the man of future.
Sedikit moativasi hari ini, memanage diri menjadi lebih baik dan mengontrolnya menjadi hal yang super adalah pekerjaan yang menyenangkan. Karena sesuatu yang menyenangkan ketika dilaksanakan akan terasa nikmatnya ketimbang negative thinking yang selalu merasuki pikiran. Lalu berkabung dengan cekcok kehidupan yang kadang hilangkan motivasi dan semangat hari.
Be confident Be Someone Valuable thats the man of future.
Sabtu, November 19, 2011
Aku bukan Boneka
Meski aku tak tau apa-apa
Namun aku bukan boneka
Yang dengan sekedar saja kau sapa
Aku bukanlah boneka
Ketika sadar kau tiba
Saat duka kau tertawa
Aku bukanlah boneka
Yang kian hari kian kusam karena mereka
Selalu diam ketika dimanja dan dicerca
Itulah mengapa aku berbeda
Namun aku bukan boneka
Yang dengan sekedar saja kau sapa
Aku bukanlah boneka
Ketika sadar kau tiba
Saat duka kau tertawa
Aku bukanlah boneka
Yang kian hari kian kusam karena mereka
Selalu diam ketika dimanja dan dicerca
Itulah mengapa aku berbeda
Keputusan sidang
Aku bukanlah hakim yang selalu imbang
Tak kumiliki kesetaraan yang selalu mereka timbang
Aku juga bukan seorang yang bijak
Setiap jejak kadang lupa kuajak
Aku lebih suka dikatakan pengembara
Dengan kobaran semangat membara
Kulihat segalanya dari semua arah
Kurasakan mereka meski hanya keluh kesah
Walau aku muak dengan keluh kesah
Ia selalu saja menghampiriku dan jadikan aku resah
Aku benci merasa lemah
Tak kuasa menahan segala panah
Namun aku bukanlah batu
Yang hanya diam menahan debaran ombak mendayu
Aku adalah aku
Yang akan selalu memperbaharui aku
Karena ku tak mau, esok inspirasiku pergi
Semangatku hilang begitu aku mati
Tak kumiliki kesetaraan yang selalu mereka timbang
Aku juga bukan seorang yang bijak
Setiap jejak kadang lupa kuajak
Aku lebih suka dikatakan pengembara
Dengan kobaran semangat membara
Kulihat segalanya dari semua arah
Kurasakan mereka meski hanya keluh kesah
Walau aku muak dengan keluh kesah
Ia selalu saja menghampiriku dan jadikan aku resah
Aku benci merasa lemah
Tak kuasa menahan segala panah
Namun aku bukanlah batu
Yang hanya diam menahan debaran ombak mendayu
Aku adalah aku
Yang akan selalu memperbaharui aku
Karena ku tak mau, esok inspirasiku pergi
Semangatku hilang begitu aku mati
Salju hati kehangatan
Indahnya tatapan selipkan warna yang dalam
Pilu hati yang kian terkekang disetiap anyaman
Ada silih yang berkata
Ada makna disetiap cerita
Salju pun hilangkan beku
Agar mereka tau begitu lugunya kau berkata
Janganlah kau katakan tidak mungkin saat jawaban belum diberikan
Ia adalah tanda dari segala awal yang ada
Jangan pastikan yang belum terjadi
Pemikiranmu itu merupakan kepalsuan yang sering kau alami
Karena penyesalan
Tiba diujung cerita yang kau rasakan
Pilu hati yang kian terkekang disetiap anyaman
Ada silih yang berkata
Ada makna disetiap cerita
Salju pun hilangkan beku
Agar mereka tau begitu lugunya kau berkata
Janganlah kau katakan tidak mungkin saat jawaban belum diberikan
Ia adalah tanda dari segala awal yang ada
Jangan pastikan yang belum terjadi
Pemikiranmu itu merupakan kepalsuan yang sering kau alami
Karena penyesalan
Tiba diujung cerita yang kau rasakan
Kusam tertutupi racun
Bukan hanya hari yang indah
Namun ini adalah hari yang cukup kunikmati sedari tadi
Bercengkrama dengan ramahnya alam
Bermadu mesra dengan sekitarku
Bukanlah cinta yang tertanam
Bukan duka yang tertuang
Bukan juga nestapa kecemburuan
Bukan dan bukan
Hanya ikhlasku akan nikmat Tuhanku hari ini
Kusamku dihilangkan-Nya
Candaku dibumbui-Nya
Dan Tujuanku diamini-Nya
Indah akan hari
Tanpa sadar akupun terbaring
Dalam semua khayal yang kudamba
Menjadikan itu sebagai realita di hari ini
Mungkin mereka
Dia dan kamu
Takkan tahu
Apa yang kurasa :P
Namun ini adalah hari yang cukup kunikmati sedari tadi
Bercengkrama dengan ramahnya alam
Bermadu mesra dengan sekitarku
Bukanlah cinta yang tertanam
Bukan duka yang tertuang
Bukan juga nestapa kecemburuan
Bukan dan bukan
Hanya ikhlasku akan nikmat Tuhanku hari ini
Kusamku dihilangkan-Nya
Candaku dibumbui-Nya
Dan Tujuanku diamini-Nya
Indah akan hari
Tanpa sadar akupun terbaring
Dalam semua khayal yang kudamba
Menjadikan itu sebagai realita di hari ini
Mungkin mereka
Dia dan kamu
Takkan tahu
Apa yang kurasa :P
Langganan:
Postingan (Atom)