Halaman

Selasa, September 16, 2014

Panas Hati Part 3

Sesampai dirumah, kutemui istriku yang tengah menyetrika dan anakku yang telah terlelap tidur. Istriku bertanya apa kabar papa? Tenang rasanya, dengan pertanyaan itu, dibalik yang merendahkanku ada juga yang selalu menyanjung dan menyayangiku... Alhamdulilah.

Sepertinya tak kuasa kutahan rasa sedih ini, dan akupun bercerita pada istriku (Panas Hati Part 2) tanpa sadar, air mata ini mengalir disaat kubaringkan badanku... dan istrikupun mendekatiku, mengelus-elus kepalaku dan mengatakan padaku...

Papa jangan sedih... dan menangis...
Mama juga ikutan sedih dan menangis...

Rasanya tak pernah mama lihat papa sesedih ini...
Sudah ya pa... kita tidak perlu mobil koq...
Cukup pakai motor kita bisa kemana-mana.

Senin, September 15, 2014

Panas Hati Part 2

. . . Sehari berlalu, walau tidak seperti biasa kujemput ibuku dengan menggunakan sepeda motor. Akh... ga papalah, itung - itung juga bisa meredakan rasa kuatir pada mamak, kalau pulangnya lama. Biasanya sih pake mobil, tapi karena aki soak, ya ga papalah...

Hari ini kutunggu-tunggu jawaban yang mengesankan dari Bapakku yang berniat akan membelikan aki baru (cihuyyy...) jadi sebelum kujemput ibuku kutelpon apakah beliau sudah diangkot ato masih menunggu anaknya ^_^

tuut... tuutt.... Assalamu'alaikum, mak dimana mak? lalu ibuku menjawab di kedai, Alhamdulilah... ibuku masih dikedai, dan lalu kutanyakan udah dibilang harga akinya mak? emosi ibuku agak berbeda, beliau berkata, kata bapak nan yang beli aki, Masa Rp600.000 engga punya.

Astagfirullah al adziiimm...
gila aja ni bapak...

Terasa panas hati ini, karena merasa dipermainkan olehnya...
Ya sudahlah mak, nanti nan jemput pake motor (nada udah engga enak, alias sedikit membentak, jangan ditiru...)


Kutelpon bapakku, eh malah jaringan JAM pula, setelah dihalo malah gak kedenganran...

Lalu akupun pergi ke Batu Aji, menjemput ibuku...
Tak disangka, sampai disana pak Kadir baru saja terserang demam, setelah sholat isya, akupun bertemu dengan pak kadir. Dan tiba - tiba bapakku pun datang untuk menggantikan pak kadir dikedai.

Dan bapak pun bertanya Mana mobil?
Lah kan akinya soak, jawabku
Kenapa tak beli?
Bukannya bapak yang mau beliin, koq malah berkata seperti itu?
Oh... gak bisa beli?
(ya... Allah) enggak !
Itu yang rusak kemarin juga belum diperbaiki?
enggak !!
. . . . .
dalam panas hati kukatakan hal ini:
Emang bapak kira itu mobil dibawa foya - foya?
Bapak yang sudah mengatakan akan menggantinya
malah nyuruh nan pula yang beli

Asal bapak tau ya pak!!!
itu mobil sering jemput mamak, pergi panen.

Kalau nan, cuma perlu motor aj
Lagian siapa juga yang minta mobil
Bapak yang maksa beli mobil

(terus terang banyak ruginya, aku mengganti OLI per 3 bulan tu mobil, hiks)

Yaa... Allah rendah kalilah awak dibuat sama Bapak awak nii...
Tak tahan aku, tak tahan emosi, tak tahan tangis, tak tahan sedih, dan tak tau harus berkata apa - apa lagi.

Ayolah mak, kita pulang...

Minggu, September 14, 2014

Panas Hati Part 1

Terios TS At Extra
Tepat 2 tahun TERIOS TS At 2012, sudah menemani keluarga kami. Begitu banyak hal yang telah ia temani. Mungkin hanya beberapa hal saja yang dapat teringat (sangking banyaknya, hihihi...) Tapi intinya mobil ini selalu bisa menjemput dan mengantarkan ibuku, bapakku, emak tiriku, adik tiriku, istriku tercinta dan anakku tersayang kemana - mana. Hingga akhirnya saat kemarin tiba... (jeng jeng...)


Setelah mencuci TERI (panggilan akrab TERIOS TS At 2012) siang itu 13/9/14, ada rasanya ingin menstater. Tapi mengingat entar sore juga bakal berangkat malming bareng Istri dan anakku, ya sudahlah nanti saja.

Setelah semuanya siap - siap berangkat, anakku yang lagi lucu - lucunya (5bulan), sudah didandan dengan cantiknya, istrikupun sudah siap. Sebentar ya, pintaku pada mereka. Papa panasin mobil dulu.
Kuncipun kutancapkan pada tempatnya, namun mesin mobil tiada bereaksi... huft (akhirnya hal yang kutakutkan pun terjadi, aki soak !!!)

Lalu kutelpon ibuku (pada saat itu emang niatnya untuk menjemput mamak) namun tiada juga diangkat, lalu kutelpon bapakku. Beliau berkata baiklah, bapak akan mengantarkan ibumu pulang (alhamdulilah, jawabku dalam hati).

Tapi, rasanya tidak tega ama keuarga kecilku (istri & anakku) yang sudah siap - siap berangkat, lalu kuajak mereka menaiki sepeda motor Satria 120 RU alias Sharkwar (juga kesayangan, hehe...) walhasil kami makan bakso di Shopping Center.

Baiklah singkat cerita kami pulang dan hari pun berangsung malam, bapak pulang bawa mamak. Dan minta dibelikan sate, bapak pun tak lupa memberikan uang Rp100.000, yupz ok deh kubelikan tak lupa juga uang kembaliannya ku kembalikan.

GS ASTRA SOAK
Bapak berkata kenapa mobil tidak bisa hidup, kukatakan saja. Akinya soak pa. Bapak pun mengatakan wah udah wajar juga tuh, kan mobilnya sudah dipakai 2tahun. Tanyakanlah harga aki, biasanya bapak kalau sudah berkata seperti ini, berarti beliau siap untuk memberikan uangnnya. Tapi mungkin karena memang tidak bawa uang, beliau pun berlalu begitu saja.

Tapi senangnya hatiku pada saat esoknya beliau bertanya pada mamak, berapa harga aki, sayagnya aku belum melakukan survey, hingga pada saat malam bertemu dengan mamak kukatakan bapak ada nanya gak tentang aki? Mamak pun berkata ada, jadi berapa harga akinya, kukatakan Rp550.000

Oh... kalau gitu bilang sama bapak Rp400.000 biar mamak tambah Rp200.000 jadi sisanya bisa buat keperluan mobil yang lain. Dan akupun mengatakan OK DECH... ^_^

bersambung...

Kamis, September 04, 2014

Insaf Rokok

1 September 2014, sambil menyulut sebatang rokok U mild mentol. Terniang olehku kata-kata Pak Zein yang berupa pertanyaan. Kira-kira hisapan rokok itu mengalir gak ke darah kita? Dan aku menjawab iya.

Dirumah pun istriku tak jemu-jemu mengatakan ini itu tentang rokok, mulai dari kata Dokter Oz lah, lihat gambarlah. Hingga ia mengatakan Apa sih untungnya merokok? Dan sering kali kujawab dengan senyum tawa belaka.

Namun dari kedua kejadian yang telah kupikir-pikir sebulan lamanya, hati ini tergerak untuk meninggalkan rokok. Terus terang karena sering merokok, tidurku kurang pulas. Kadang dada terasa sesak & hidung seperti tersumbat.

2 September 2014, kumulai pagi ini tanpa asap & mengasap rokok. Dan ketika keinginan itu datang, kutonton serangan rokok di youtube. Semoga tetap kekeuh... Aamiin...