
Bukan sekedar buka biasa, hmm.. bgtlah yang terlintas dalam pikiranku. Tak ayal canda tawa pun terkuak diatas meja yang saling bersambung tsb. Rasanya tak ada distorsi, ataupun rahasia yang tertutupi. Smuanya mengalir bagai air dan menyatu dalam girangnya 18 Ramadhan 1432 H.
Walau tidak semuanya hadir semoga saja tidak membuat pengotakkan 28 anak kelak, alhamdulilah sebuah wacana akhirnya terealisasi secara khidmat dan perlu kekeluargaan.