Terimakasih karena kamu mau mencintaiku, merinduiku dan memikirkanku. Meski pada kenyataannya kamu juga membenciku. Maaf, aku pernah berani mengatakan akan menemuimu dan disaat semua rencana mulai berantakan hanya karena terselip kata Dufan dalam kataku untuk menemuimu.
Akupun tak tau, kadang kamu seperti menghujamiku dengan seribu kesalmu. Akupun senang saat kata sayang itu kau ulurkan padaku, namun aku juga bimbang saat kamu bilang ortumu mendesakmu. Saat itu aku perlu waktu merencanakannya, perlu biaya untuk bisa sampai padamu.
Kini, aku malah gamang memberikan jawaban apa padamu. Maafkanlah kefakumanku ini, semoga kita dapat menyelsaikan ini dengan damai, tanpa sengketa hati diantara kita. Mungkin sebaiknya kamu iyakan saja mau ortumu agar kamu tidak begitu kesal padaku.
Rabu, Juni 15, 2011
Sabtu, Juni 11, 2011
Kumau kamu ada
Aku memang harapkan kehadiranmu, hilangkan lesu dan segala ragu. Setiap tatapanmu berikan cahaya tenang disisiku hingga tak mau menghilangkannya begitu saja. Setiap senyumanmu jadikan indah sepanjang hidupku, ceriamu adalah pemusnah sepi yang kuhadang sendiri.
Mungkin kau hanya akan berkata apakah aku ini memperhatikanmu, jika itu pertanyaanmu kenapa tidak kau tanyakan saja padaku, aku akan menjawabnya. Walau kadang aku bigung dengan kata-kata, maka kuupayakan tubuhku yang mengatakannya padamu, lewat tatapan kedalam bola mata indahmu dan senyuman yang bangkitkan gairahmu.
Namun jika engkau memang ragu padaku, tidak salahlah kiranya kau katakan bahwa aku bukanlah seseorang yang pantas untuk mendampingimu
Mungkin kau hanya akan berkata apakah aku ini memperhatikanmu, jika itu pertanyaanmu kenapa tidak kau tanyakan saja padaku, aku akan menjawabnya. Walau kadang aku bigung dengan kata-kata, maka kuupayakan tubuhku yang mengatakannya padamu, lewat tatapan kedalam bola mata indahmu dan senyuman yang bangkitkan gairahmu.
Namun jika engkau memang ragu padaku, tidak salahlah kiranya kau katakan bahwa aku bukanlah seseorang yang pantas untuk mendampingimu
Jumat, Juni 10, 2011
Kala kili
Bukanlah sesuatu terkadang harus digapai dalam benak yang mencapai konak,
arah dalam damai kontras dan dalam lagu cinta bersemi disana sini.
Mungkin hanya akan memberatkan benak yang sudah terkontaminasi dengan aral yang kadang menghampiri dan cukup berat untuk ditindak lanjuti lalu lewati turunan yang cukup membuat pesona dalam kagum. plesetannya jadikan petualangan seru haru menggeliat saat smua kandas terlampaui.
Cintaku bukanlah singgasana yang cukup roman, karena ia datang begitu saja
Tak masalah jika kau tak tau, aku hanya berekspresi mengatakannya
Anggap saja bacaan ini hanya serpihan kata hati yang keluar
Akh...
Sendiri, adalah senja menuju kelamku
Kau datang, temani dalam mimpi
Bunga tidurku yang selalu tersenyum dalam padatnya hariku
Pagi menyapa, hallo kataku !
Dan ia datang seperti mentari sinari pagi
Hangat terasa, hingga tak ingin hilangkan kenikmatan ini
Taburan harum pun bertaburan dalam hirup segar, hilangkan beban pikiran yang ada
Tenang hati seperti lambain semeru angin yang membelai indah pagi
Hingga menjadi elemen dalam warna fajar indah disekelilingku
Dan aku tak ingin berandai-andai
Ini adalah jiwa yang selalu menanyakan hari indah
Adalah suatu dalam kala yang entah berantah
Tak masalah jika belum memiliki, yang penting begitulah ia
Ucap indah atau hanya sebuah tatapan bukanlah sesuatu yang harus disegani
Asal terasa dalam hati, ia akan bermakna disetiap ingatanmu yang semakin renta
arah dalam damai kontras dan dalam lagu cinta bersemi disana sini.
Mungkin hanya akan memberatkan benak yang sudah terkontaminasi dengan aral yang kadang menghampiri dan cukup berat untuk ditindak lanjuti lalu lewati turunan yang cukup membuat pesona dalam kagum. plesetannya jadikan petualangan seru haru menggeliat saat smua kandas terlampaui.
Cintaku bukanlah singgasana yang cukup roman, karena ia datang begitu saja
Tak masalah jika kau tak tau, aku hanya berekspresi mengatakannya
Anggap saja bacaan ini hanya serpihan kata hati yang keluar
Akh...
Sendiri, adalah senja menuju kelamku
Kau datang, temani dalam mimpi
Bunga tidurku yang selalu tersenyum dalam padatnya hariku
Pagi menyapa, hallo kataku !
Dan ia datang seperti mentari sinari pagi
Hangat terasa, hingga tak ingin hilangkan kenikmatan ini
Taburan harum pun bertaburan dalam hirup segar, hilangkan beban pikiran yang ada
Tenang hati seperti lambain semeru angin yang membelai indah pagi
Hingga menjadi elemen dalam warna fajar indah disekelilingku
Dan aku tak ingin berandai-andai
Ini adalah jiwa yang selalu menanyakan hari indah
Adalah suatu dalam kala yang entah berantah
Tak masalah jika belum memiliki, yang penting begitulah ia
Ucap indah atau hanya sebuah tatapan bukanlah sesuatu yang harus disegani
Asal terasa dalam hati, ia akan bermakna disetiap ingatanmu yang semakin renta
Langganan:
Postingan (Atom)