Sengaja kutorehkan bahasa ini sebagai tanda kesamaan dari 3 persahabatan yang kutaja lama semenjak masuk di Univ. Int'l Batam. 3 orang sahabat dengan rasa cinta yang tak bisa diterka secara logika, tidak dapat diterima secara akal dan cendrung menyisakan bigung yang mendalam. Aku pikir ini bisa menjadi sinetron yang menarik nantinya jika aku adalah seorang sutradara yang profesional, dan jika itu terjadi maka akan kuberi judul "Cinta dan Logika"
Spontan, awalnya aku ga begitu mengerti dengan ini semua. Hanya berawal dari rasa suka. Masing" temanku selalu mengalami hal yang hampir serupa dengan yang aku alami. Walaupun Fitra (cowo,red) adalah lelaki yang tidak pernah mengenal kata lelah mencari wanita namun akhirnya STAG dengan seorang gadis belia umur belasan yang sekarang masih duduk di bangku SMA. Dixon si pendiam angkuh, yang menutupi diri dari cerita cinta akhirnya harus rela melihat sang pujaan bergandengan dengan pria lain. Dan aku masih saja berharap cinta pada seseorang yang menolak dekapanku padanya.
Kalau dulu, dengan gampangnya aku meninggalkan sesesorang. Dan aku pun berjalan tanpa beban, walau ku tau dia disana bercucuran air mata mendengarkan kata Putus dariku. Fitra pun begitu, rasa bosan yang kian memuncak membuat kata putus dari cha" tak terasa hangat. Tak ada tangisan yang keluar dari matanya dan tak ada rasa sesal yang mendalam di palung hatinya. Yang ada hanya satu kata "CARI PACAR LAGI" karena itu belum pernah aku melihat dia menangisi sebuah kata putus, seperti yang telah dilakukannya sebulan yang lalu. Pilu juga hatiku melihat teman seperkulihanku itu menangis hanya karena menerima SMS putus dari Pu"t. Dixon yang selalu dibaluti canda dan tawa, 3 minggu lalu puyeng. Rasa sesal mulai menggerogoti tubuhnya, stress bukan hanya karena pekerjaannya yang menumpuk disana sini. Tapi juga karena beban perasaan yang datang tiba" karena rokok malam itu. Sang pujaan pun tak mau lagi bemesraan dengannya. Diam" selama ini dixon selalu mengusir sepi dengan ber-SMS setiap waktu pada si W (cewe,red) yang rasanya bisa menerima dia. Maklum walau gesit namun dixon tak mampu berkutik kalau sudah diambang suka. Akhirnya Hanphonelah yang menjadi sarana segalanya ga apa" kalau ga ketemuan yang penting komunikasi lancar (he", padahal g pernah ketemuan). Sebatang rokonya menghabiskan harapannya pada sang W, apalagi melihat W bersama Pria lain Wah... ga tau tu gmn perasaan dixon sekarang, karena dia malas bercerita tentang dirinya.
aku mulai bergumam, ada apa semua ini?
ini bukanlah halusinasi, tapi sebuah kenyataan hidup dimana semuanya tidak bisa diterka. Karena yang berlayar akan segera berlabuh dan kemudian berlayar lagi menerjang ombak yang semakin mengganas dalam laut kehidupan nan luas.
Jumat, November 14, 2008
Selasa, September 09, 2008
Aku bukan tak pernah terpilih
Jauh sudah kujalani hidup, 6 bulan bersama dalam keadaan suka, duka atau sekedar asmara bergejolak pun kurasa. Ku temui cinta dalam raga, seorang wanita tanpa memandang sifatnya bagaimana. Aku dalam tawa, bahagia jika berdua. Hadapi segala rintangan bersatu dalam organisasi pelajar yang tak pernah bubar.
8 september 2008, hari yang kukenang sebagai sejarah revolusi diri, aku kecewa dan dibesarkan oleh keadaan. Dalam kecewa yang kudapat, lirih lagu lembut padangannya yang selalu indah waktu itu. Sudah kukatakan suka padamu, kau tak mau karena kuliah dan harapan yang tertuju padamu. Sudah kuyakinkan bahwa aku takkan mengganggu, dan semua alasanmu adalah semu. Namun kau berdalih, hingga kuputuskan untuk menunggumu saja. Ada harapan yang kutemukan saat pertama kali aku bertemu denganmu, segala tindak lakumu adalah suka dalam hatiku. Kau pernah berkata didepanku bahwa kau takkan boncengan dengan lelaki, namun pagi setelah kita begadang kau minta aku mengantarkanmu pulang kerumah. Terakhir kau katakan “ini kak rumah ani” wah, harapan pertama yang kudapatkan darimu. Sejenak aku kembali berfikir, lalu aku ragu untuk mendekatimu. Namun, keadaan dan semua kesempatan yang Tuhan berikan jadikan aku bisa berdekatan denganmu setiap hari.
Kita mulai berkomunikasi, SMS dan telepon adalah media pengantar kita. Masih kuingat saat kau sms yang kau kira menyakitkan aku, dan aku tak membalas sms itu. Akhirnya dengan sisa pulsa yang kau miliki kau telepon aku hanya untuk menanyakan “marah ya” hmm… betapa bahagia aku disaat itu. Lalu kuputuskan untuk menyukaimu dan berniat mendapatkanmu.
Kenapa sekarang, kau justru menghilangkanku. Kau jadian?
Sebuah kata penghancur yang kutrima hebat seperti kilat cepat menyambar kulitku.
Aku kira, semua pandangan yang kau tujukan padaku adalah warna yang selalu menghiasi waktu dan hidupku. Tapi, kenapa kau justru membedakan aku, padahal telah kuungkapkan padamu bahwa aku suka padamu.
8 september 2008, hari yang kukenang sebagai sejarah revolusi diri, aku kecewa dan dibesarkan oleh keadaan. Dalam kecewa yang kudapat, lirih lagu lembut padangannya yang selalu indah waktu itu. Sudah kukatakan suka padamu, kau tak mau karena kuliah dan harapan yang tertuju padamu. Sudah kuyakinkan bahwa aku takkan mengganggu, dan semua alasanmu adalah semu. Namun kau berdalih, hingga kuputuskan untuk menunggumu saja. Ada harapan yang kutemukan saat pertama kali aku bertemu denganmu, segala tindak lakumu adalah suka dalam hatiku. Kau pernah berkata didepanku bahwa kau takkan boncengan dengan lelaki, namun pagi setelah kita begadang kau minta aku mengantarkanmu pulang kerumah. Terakhir kau katakan “ini kak rumah ani” wah, harapan pertama yang kudapatkan darimu. Sejenak aku kembali berfikir, lalu aku ragu untuk mendekatimu. Namun, keadaan dan semua kesempatan yang Tuhan berikan jadikan aku bisa berdekatan denganmu setiap hari.
Kita mulai berkomunikasi, SMS dan telepon adalah media pengantar kita. Masih kuingat saat kau sms yang kau kira menyakitkan aku, dan aku tak membalas sms itu. Akhirnya dengan sisa pulsa yang kau miliki kau telepon aku hanya untuk menanyakan “marah ya” hmm… betapa bahagia aku disaat itu. Lalu kuputuskan untuk menyukaimu dan berniat mendapatkanmu.
Kenapa sekarang, kau justru menghilangkanku. Kau jadian?
Sebuah kata penghancur yang kutrima hebat seperti kilat cepat menyambar kulitku.
Aku kira, semua pandangan yang kau tujukan padaku adalah warna yang selalu menghiasi waktu dan hidupku. Tapi, kenapa kau justru membedakan aku, padahal telah kuungkapkan padamu bahwa aku suka padamu.
Senin, September 08, 2008
Jadi Guru
Pagi ini, baju kemeja dan celana kain akan menemaniku menjalani hari ditempat kerja. Bulan puasa yang penuh berkah ini menjadi awal aku mencari duit secara permanen (karena bakal gajian tiap bulan) tidak sama dengan project-project yang kadang ada kadang engga itu. Walau begitu project tetap dijalakan kalau memungkinkan (mantap, hehe...)
Pagi ini mengenal sebuah sekolah kejuruan Multistudi High School namanya, cukup disingkat dengan MHS. dan aku cukup yakin catatan ini dapat menjadi pengingat kapan aku duduk pertama kali di meja kerja ^_^
Pada dasarnya aku tidak perlu mengajukan lamaran menjadi guru, statusku kan masih Mahasiswa hehe... cuma punya ijazah SMA dengan nilai yang pas-pasan (haha.. parah).
Walau mengajarkan orang dalam satu ruangan bukanlah pekerjaan pertama kali bagiku namun hari ini adalah hari pertama aku di panggil pak guru oleh teman - teman kuliah ku yang udah tau aku jadi guru (arghh... tua banget yaa... gak rela). Tapi entah mengapa rasa senang ini menggerogotiku.
Bismilahirahmanirrahim kumulai hariku disini...
Pagi ini mengenal sebuah sekolah kejuruan Multistudi High School namanya, cukup disingkat dengan MHS. dan aku cukup yakin catatan ini dapat menjadi pengingat kapan aku duduk pertama kali di meja kerja ^_^
Pada dasarnya aku tidak perlu mengajukan lamaran menjadi guru, statusku kan masih Mahasiswa hehe... cuma punya ijazah SMA dengan nilai yang pas-pasan (haha.. parah).
Walau mengajarkan orang dalam satu ruangan bukanlah pekerjaan pertama kali bagiku namun hari ini adalah hari pertama aku di panggil pak guru oleh teman - teman kuliah ku yang udah tau aku jadi guru (arghh... tua banget yaa... gak rela). Tapi entah mengapa rasa senang ini menggerogotiku.
Bismilahirahmanirrahim kumulai hariku disini...
Kamis, Mei 08, 2008
Sekedar Kamus Hati ini
Tak mampu
bukan berarti mati rasa
Tak jemu
Usah dikau tanya
Tak tik
Hanya sekedar konsep untuk bercerita
Terus terusan
Akh mungkin begini yang lebih baik
daripada sunyi sendiri
Tatap tatapan
Skali-skali cuma jadi impian
Gersang, Rindang
Hanya sebatas hari yang kan berlalu
dan hanyut di makan usia renta
Mungkin
Kata langganan untuk tidak yakin
dan nodai rasa percaya
Sayang
Hanya sebatas kata dari rasa
Bisa saja ada dan terkadang lenyap
karena Emosi yang membara
Sombong
Adalah keangkuhan yang kita dalami
lalu ia menjadi bumerang
karena Gengsi yang berlebihan
Itulah
Dirimu...
bukan berarti mati rasa
Tak jemu
Usah dikau tanya
Tak tik
Hanya sekedar konsep untuk bercerita
Terus terusan
Akh mungkin begini yang lebih baik
daripada sunyi sendiri
Tatap tatapan
Skali-skali cuma jadi impian
Gersang, Rindang
Hanya sebatas hari yang kan berlalu
dan hanyut di makan usia renta
Mungkin
Kata langganan untuk tidak yakin
dan nodai rasa percaya
Sayang
Hanya sebatas kata dari rasa
Bisa saja ada dan terkadang lenyap
karena Emosi yang membara
Sombong
Adalah keangkuhan yang kita dalami
lalu ia menjadi bumerang
karena Gengsi yang berlebihan
Itulah
Dirimu...
Langganan:
Postingan (Atom)