Halaman

Minggu, Februari 24, 2013

Ia menangisiku

Bukan... Jalan yang mulus menuju tahta indah yang kusemai. Liku dan lika-nya begitu menjadikan kelam dalam sahara yang tiada kutau kapan ini akan berakhir. Seperti kejadian tadi malam, biasanya ibu dan nini dalam 1 mobil yang penuh canda tawa. Hingga kurasakan surga pribadi dalam mobil. Namun aura tadi malam terasa tidak begitu indah.

Hingga nini pun merasa sedih, namun ia tidak sendiri, akupun merasakan hal yang sama. Entah mengapa lagi ibu tiba - tiba memasamkan wajahnya pada nini. Entah apa yang terjadi padahal minggu ini baru malam ini mereka bertemu.

Kutakmau nini merasa gimana, namun sayang sudah terlambat. Yang ada genangan air mata, hingga kukatakan yang selama ini kurasakan. Kesedihan yang kurasa dimasa lalu. Kesal dan duka yang telah menjadi sejarah. Hingga kuberandai jika aku sakit parah, nini malah "menangis tak rela".

Hari ini, jam 18.00 WIB tadi, seseorang telah menangisiku. Karena ia tak rela terjadi apa-apa padaku, dan itu yang membuat aku berarti. Ya Allah, jika engkau memang kangen pada permohonanku. Janganlah engkau biarkan kami terpecah belah, setelah kuberhasil kupersatukan ya Allah

Minggu, Februari 10, 2013

Cincin buat nini

Seminggu sudah rencana membelikan cincin berlalu. Dan hari yang ditunggu itu pun hadir, dalam hujan pekat yang menggema diseluruh batam hingga semua basah. Syukurlah tak ada kilat maupun gemuruh yang terpancar disuasana imlek hari ini. Toko cantik yang kami datangi menjadi saksi pembelian cincin polos 1,99karat itu. Rasanya senang sekali. Ketika bisa membelikan cincin itu untuk nini, semoga cincin yang melingkar itu kan menjadikan ia milikku selamanya. Aamiin Allahumma aamiin... :)