Jauh sudah kujalani hidup, 6 bulan bersama dalam keadaan suka, duka atau sekedar asmara bergejolak pun kurasa. Ku temui cinta dalam raga, seorang wanita tanpa memandang sifatnya bagaimana. Aku dalam tawa, bahagia jika berdua. Hadapi segala rintangan bersatu dalam organisasi pelajar yang tak pernah bubar.
8 september 2008, hari yang kukenang sebagai sejarah revolusi diri, aku kecewa dan dibesarkan oleh keadaan. Dalam kecewa yang kudapat, lirih lagu lembut padangannya yang selalu indah waktu itu. Sudah kukatakan suka padamu, kau tak mau karena kuliah dan harapan yang tertuju padamu. Sudah kuyakinkan bahwa aku takkan mengganggu, dan semua alasanmu adalah semu. Namun kau berdalih, hingga kuputuskan untuk menunggumu saja. Ada harapan yang kutemukan saat pertama kali aku bertemu denganmu, segala tindak lakumu adalah suka dalam hatiku. Kau pernah berkata didepanku bahwa kau takkan boncengan dengan lelaki, namun pagi setelah kita begadang kau minta aku mengantarkanmu pulang kerumah. Terakhir kau katakan “ini kak rumah ani” wah, harapan pertama yang kudapatkan darimu. Sejenak aku kembali berfikir, lalu aku ragu untuk mendekatimu. Namun, keadaan dan semua kesempatan yang Tuhan berikan jadikan aku bisa berdekatan denganmu setiap hari.
Kita mulai berkomunikasi, SMS dan telepon adalah media pengantar kita. Masih kuingat saat kau sms yang kau kira menyakitkan aku, dan aku tak membalas sms itu. Akhirnya dengan sisa pulsa yang kau miliki kau telepon aku hanya untuk menanyakan “marah ya” hmm… betapa bahagia aku disaat itu. Lalu kuputuskan untuk menyukaimu dan berniat mendapatkanmu.
Kenapa sekarang, kau justru menghilangkanku. Kau jadian?
Sebuah kata penghancur yang kutrima hebat seperti kilat cepat menyambar kulitku.
Aku kira, semua pandangan yang kau tujukan padaku adalah warna yang selalu menghiasi waktu dan hidupku. Tapi, kenapa kau justru membedakan aku, padahal telah kuungkapkan padamu bahwa aku suka padamu.
Selasa, September 09, 2008
Senin, September 08, 2008
Jadi Guru
Pagi ini, baju kemeja dan celana kain akan menemaniku menjalani hari ditempat kerja. Bulan puasa yang penuh berkah ini menjadi awal aku mencari duit secara permanen (karena bakal gajian tiap bulan) tidak sama dengan project-project yang kadang ada kadang engga itu. Walau begitu project tetap dijalakan kalau memungkinkan (mantap, hehe...)
Pagi ini mengenal sebuah sekolah kejuruan Multistudi High School namanya, cukup disingkat dengan MHS. dan aku cukup yakin catatan ini dapat menjadi pengingat kapan aku duduk pertama kali di meja kerja ^_^
Pada dasarnya aku tidak perlu mengajukan lamaran menjadi guru, statusku kan masih Mahasiswa hehe... cuma punya ijazah SMA dengan nilai yang pas-pasan (haha.. parah).
Walau mengajarkan orang dalam satu ruangan bukanlah pekerjaan pertama kali bagiku namun hari ini adalah hari pertama aku di panggil pak guru oleh teman - teman kuliah ku yang udah tau aku jadi guru (arghh... tua banget yaa... gak rela). Tapi entah mengapa rasa senang ini menggerogotiku.
Bismilahirahmanirrahim kumulai hariku disini...
Pagi ini mengenal sebuah sekolah kejuruan Multistudi High School namanya, cukup disingkat dengan MHS. dan aku cukup yakin catatan ini dapat menjadi pengingat kapan aku duduk pertama kali di meja kerja ^_^
Pada dasarnya aku tidak perlu mengajukan lamaran menjadi guru, statusku kan masih Mahasiswa hehe... cuma punya ijazah SMA dengan nilai yang pas-pasan (haha.. parah).
Walau mengajarkan orang dalam satu ruangan bukanlah pekerjaan pertama kali bagiku namun hari ini adalah hari pertama aku di panggil pak guru oleh teman - teman kuliah ku yang udah tau aku jadi guru (arghh... tua banget yaa... gak rela). Tapi entah mengapa rasa senang ini menggerogotiku.
Bismilahirahmanirrahim kumulai hariku disini...
Langganan:
Postingan (Atom)