Selasa, April 09, 2013
Mulai dari NOL
Dua Puluh Tujuh Tahun kurang Tiga Belas Hari lagi, kini kugapai sebuah kehidupan baru, kehidupan yang kuyakini kan menyelamatkan hidupku. Kehidupan yang bakal penuh dengan suka dan cita kehidupan yang selalu didamba insan yang normal, yaitu menikahi seorang gadis.
Walau begitu banyak lika dan liku yang kujalani dimulai dari indahnya pertemuan, hebatnya rasa kekeluargaan hingga rasa sakit hati dan penuh amarah pun bertaburan. Namun rasa ini tak lekang oleh kegilaan cobaan yang melanda.
Dimulai dari perbedaan yang selalu diwarnai oleh calon istriku, ia banyak merasa hal - hal yang tak sepantasnya ia rasanya, ia merasa miskin, jelek dan segalanya. Padahal itu semua bukanlah hal yang penting untuk dikatakan. Hingga warna warni keluargaku, maksudku disini adalah Ayahku. Yang entah mengapa tiba - tiba tidak suka ketika ia mengetahui kalau anaknya akan menikah. Namun yang pasti alasanya adalah tidak sesuku. Sebuah ironi yang sebenarnya bagiku bukanlah sebuah masalah.
Karena yang kutahu, ayahku tak pernah merasa kesal ketika kuperkenalkan calon istriku padanya, dan yang kutahu calon istriku adalah orang yang lembut, rajin sholat, santun pada orang tua dan yang paling penting ia mendengarkan kata - kataku (Patuh) hingga rasa sayang ini memuncak, apalagi ketika ku tau ia bersedia mengenakan hijab, alhamdulilah...
Hingga kenekatan pun berlansung, kusanggupi menikahi calon istriku dikampungnya, yaitu di Bengkulu alias desan lebong selatan, Dan tak pernah kusangka kalau aku akan membawa keluargaku kesana, tak kusangka ibuku diam - diam memberikanku harapan, tanteku dan suaminya pun memberikanku motivasi. Hingga dihari ini 9/4/13 adalah awal aku melepas masa lajangku.
Semoga pernikahan ini membawaku kepada kesuksesan dalam membangun keluarga dan menghadapi segalanya, aamiin ya rabbal alamamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)
