Hari ini kutunggu-tunggu jawaban yang mengesankan dari Bapakku yang berniat akan membelikan aki baru (cihuyyy...) jadi sebelum kujemput ibuku kutelpon apakah beliau sudah diangkot ato masih menunggu anaknya ^_^
tuut... tuutt.... Assalamu'alaikum, mak dimana mak? lalu ibuku menjawab di kedai, Alhamdulilah... ibuku masih dikedai, dan lalu kutanyakan udah dibilang harga akinya mak? emosi ibuku agak berbeda, beliau berkata, kata bapak nan yang beli aki, Masa Rp600.000 engga punya.
Astagfirullah al adziiimm...
gila aja ni bapak...
Terasa panas hati ini, karena merasa dipermainkan olehnya...
Ya sudahlah mak, nanti nan jemput pake motor (nada udah engga enak, alias sedikit membentak, jangan ditiru...)
Kutelpon bapakku, eh malah jaringan JAM pula, setelah dihalo malah gak kedenganran...
Lalu akupun pergi ke Batu Aji, menjemput ibuku...
Tak disangka, sampai disana pak Kadir baru saja terserang demam, setelah sholat isya, akupun bertemu dengan pak kadir. Dan tiba - tiba bapakku pun datang untuk menggantikan pak kadir dikedai.
Dan bapak pun bertanya Mana mobil?
Lah kan akinya soak, jawabku
Kenapa tak beli?
Bukannya bapak yang mau beliin, koq malah berkata seperti itu?
Oh... gak bisa beli?
(ya... Allah) enggak !
Itu yang rusak kemarin juga belum diperbaiki?
enggak !!
. . . . .
dalam panas hati kukatakan hal ini:
Emang bapak kira itu mobil dibawa foya - foya?
Bapak yang sudah mengatakan akan menggantinya
malah nyuruh nan pula yang beli
Asal bapak tau ya pak!!!
itu mobil sering jemput mamak, pergi panen.
Kalau nan, cuma perlu motor aj
Lagian siapa juga yang minta mobil
Bapak yang maksa beli mobil
(terus terang banyak ruginya, aku mengganti OLI per 3 bulan tu mobil, hiks)
Yaa... Allah rendah kalilah awak dibuat sama Bapak awak nii...
Tak tahan aku, tak tahan emosi, tak tahan tangis, tak tahan sedih, dan tak tau harus berkata apa - apa lagi.
Ayolah mak, kita pulang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar