Sabtu, September 19, 2015
Gelek
Rasa sedih pun berkerumun dengan rasa tak percaya yang tinggi serta keingintahuan yang tinggi pun mencuat di kepala & hati ini.
Sangkaan selama ini pun terkuak, entah hal semacam apa yang akan mereka lakukan. Yang jelas masing-masing mereka punya anak yang masih butuhkan keberadaan mereka.
Entah... Itulah logikaku kini
Batam, 14/9-15
Kamis, Juli 30, 2015
Jauh
Sangking seringnya
Perpisahan itu seperti tiada
Hari-hari adalah bersama
Sangking seringnya
Ini seperti menyiksa
Waktu terasa lama
Sangking seringnya
Ada tanya yang menganga
Sedang apa bunda disana
(Muara aman, 19/7-15)
Senin, Juli 13, 2015
Bagi-bagi
Kadang berbagi itu berada diluar logika, ada hal sederhana yang terjadi. Namun faktanya mencuat dan bagi sebagian orang hal ini malah memicu perselisihan.
Dan dalam hal ini akal perlu dilapisi realistis & ikhlas, bukan perasaan kritis yang datang mengikis tentram.
Sederhananya mengapa marah adalah sifat tercela? Karna seseorang perlu bernalar positif & realistis, dan disini agama tidak mengajarkan 'namun bagaimana jika marah adalah positif?' Hal ini supaya kita tetap teratur, dalam berkata. Sebab berkata saat amarah adalah ketidak selarasan realistis.
Minggu, Mei 24, 2015
Memori Usang
Aku bertanya betapa indahnya memori kukenang?
Tak kusangka ia terkembang
Dulu dan sekarang yang selalu indah
Hanya saja, dulu aku tiada mengerti kaidah
Aku mudah tersanjung dan kalah
Kemenangan bersama mereka
Kru yang bertandang ke gelanggang sandiwara
Riuh tepuk penonton dan kagum bersuara
Dan itu sudah biasa
Tapi itu semua sudah menjadi memori usang
Yang tak kusangka cukup lama tersimpan dalam kenang
Dan ada saja hal yang tiada ingin ku datang
Kini, aku, istri dan anakku adalah ihwal
Kucoba merajut hal baru mencari halal
Apapun itu agar kami mampu hadapi aral
Batam, 24 Mei 2015