Halaman

Selasa, April 12, 2011

Repot Rasa

Terasa penat badan ini setelah sedikit waktu memberikan materi tentang komputer pada kelas yang sedikit ribut, ada celah kesal namun itu semua juga terobati dengan tingkah laku mereka yang sedikit bisa memberikan hormat.

Tapi penat yang tercipta ternyata bukan hanya dibadan, ada penat yang tersirat dalam dada yang sedikit menyesak. Seperti kata iwan fals, entah mengapa. Ada sebuah pernyataan yang membuat sebuah pertanyaan yang diri sendiri juga tidak tau. Apakah entah itu adalah sebuah keinginan, ataukah entah itu cuek yang tak terpikirkan. Semoga entah dan penat yang menyesak ini bukanlah alasan untuk menghilangkan diri dari kenyataan bahwa hidup adalah anugrah yang biar bagaimana pun rasanya tetap harus dijalankan.

Bicara soal hidup, bukanlah hal yang tak pernah lepas dari setiap rasa. Mulai dari rasa senang, cinta, damai, takut, bosan, marah, benci dan hal-hal lain yang terasa yang kadang terlupakan dalam kata. Kesemua hal itu berlagu dalam tahta sesuai dengan kenyataan yang kita lakukan sehari-hari.

Semua rasa itu akan datang satu persatu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang kita harapkan. Saat melihat perempuan misalnya, ada keinginan untuk mendekati saat dekat dan merasa nyaman, aman tentram, sentosa dan cinta. Ada kebutuhan untuk selalu mendekati, setelah dekat datang lagi keingin untuk memiliki agar dapat selalu memenuhi kebutuhan hati. Hingga pada suatu hari ketika anda merasa belum siap, ada takut pada kenyataan yang berlansung, kadang takut itu sesuai kadang tidak. Hanya saja terkadang takut itu membuat kenyataan lagi pada diri anda. Kenyataan bahwa anda ragu dan terkadang gontai untuk melakukan aksi.

Tapi apakah semua aksi itu penting, kadang juga tidak penting. Tidak penting ketika anda merasa orang yang anda butuhkan hanya bermain saja dengan anda. Namun terkadang cinta berkata lain, namun itulah hidup, seperti kata pikiranku mencari hal yang indah itu kadang membosankan, walau kadang tidak semua akhir itu menyenangkan.

Tidak ada komentar: