Halaman

Kamis, April 14, 2011

Rancangan yang tak terduga

Sebuah kemenangan hari ini, ijinkan semua lelah mendung menjadi pasti. Arahkan semua percaya dalam ruang rindu penuh. Cagar kata dalam puisi tercipta, seksama dalam kerancuan yang tak pernah kuduga.

Ada ceria dan lelah hari ini, saat mata enggan menampakkan matahari hingga telat pun terlakukan. Kondisi pun memaksa mesin motor melaju kencang mengarungin angin kecepatan yang sedari tadi terhalang oleh macet pagi yang sudah biasa. Walau ada rasa bersalah karena terlambat ngantor, namun sambutan pagi dari kawan-kawan sepekerjaan hilangkan ragu untuk bertarung mencari keberuntungan hari ini.

Mobil pun siap mengangkat, setelah motor kusandarkan diatas teras bangunan yang diatasnya masih belum jadi, sedikit senyum pagi pada orang yang menyapa hilangkan curiga dan canggung kesalahan yang sedikit terlakukan yaitu: Telat Datang. Tapi tak mengapa, mereka sudah sedikit terbiasa denganku hingga balas senyuman pun terasa santun dan ikhlas didadaku.

Bukanlah suatu kebetulan jika pagi ini aku harus ikutan buru-buru, selaku pembicara hari ini seharusnya aku tau akan hal ini. Walau masih belum bisa memastikan apa kira-kira yang bisa kulakukan untuk menarik perhatian siswa SD pagi ini. Sebuah keadaan yang dibungkus dengan bungkam sedari tadi, sebenarnya bukan memikirkan apa-apa, hanya ingin mengisap rokok yang sedari tadi belum terbakar. Dan akhirnya saat itu tiba, aminlah sudah semua keingina itu saat sampai dilokasi yang dituju.

Ada kata yang sangat bersemangat dikata-kata mereka, biuskan harmoni iseng dalam hati untuk sejenak bermain dengan mereka padahal sekarang aku harus menyampaikan sedikit seminar pada mereka. Untunglah slide buatan temanku tidak sekaku palu ucapannya yang terkadang buatku tak mengerti. Hingga akhirnya teman-temanku mengatakan alay padaku, hahaha... ternyata aku berhasil menghipnotis semua orang menjadi tertarik akan pembicaraanku saat itu Alhamdulilah...

Sayang kesenangan itu tidak selalu dapat hadir walau dalam 1 hari saja, rasa bosan dan gerah mulai mencangkokiku, pendengar mulai menghilangkan pandangannya padaku, ingin rasanya kuhentikan saja namun mereka tetap saja berada disini dan dengan ikhlasnya mereka tertawa dan bercerita. kurasa keisengan tadi hilang sudah, malah aku yang terhipnotis malas karenanya.

Tidak ada komentar: