Halaman

Minggu, Mei 29, 2011

EGO

Keruh rasanya melihat tampilan nama itu, ada sedikit analisa yang mengakibatkan rasa cemburu. Mungkin benar ia hanya iseng, atau kata iseng itu hanya dikatakan sebagai pencair suasana yang sedikit penasaran. Rasanya tak mungkin memenangkan ego karena ambisi ini, terkatakan saja tidak, apalah nanti katanya padaku, walau sebenarnya aku tak peduli dengan kata-katanya akan pertanyaan itu.

Lirih jua terkadang, ada kepikiran dan ada yang hendak kuketahui tentang rasa, tentang tatapan dan tentang senyuman yang senang sekali kurasakan. Ada laku indah selalu di dirimu yang jadikan aku semakin terpesona, namun kita tidak ada ikatan. Tak ada janji tak ada ucap cinta, namun rasa sayang selalu menganga baik dalam kondisi sesulit ini, aku mungkin tak pernah bisa berikan perhatian lebih, mungkin ada seseorang yang menginginkanmu lalu memberikan perhatiannya padamu. Jujur kuingin berikan duniaku, namun aku tak begitu memahami cara memberikannya.

Jika saja siksa ini dapat berakhir dengan indah dari canda tawa yang kita syahdukan bersama, aku tetap merasa gelisah saat kau bilang tak ada cinta disana. Mungkin kau hanya ingin bermain, sayangnya api yang membakar tak bisa dipadamkan begitu saja.

Kontemplasi dalam keheningan malam ini bertabuh pada suasana entah berantah, semangatku seakan terganggu dari usik wajah dan senyummu yang indah. Akankah ini berakhir dengan tragis? atau hanya kebisuan belaka hingga rasa itu hilang dari senja dan menjadi malam.

Aku adalah lelaki yang penuh ego, tak kusarankan kau untuk menanyakannya kenapa. Karena setiap lelaki memang begitu, mereka hanya ingin mempertahankan sesuatu walau terkadang ia salah menata, aku pun bisa menciptakan indah itu meski bukan seperti mau mu. Dan tentunya aku tak sehebat sang Maha Pencipta yang dapat menciptakan begitu sempurna.

Kau adalah wanita, dalam hening itu kau akan diam dengan sedikit melakukan sesuatu, kadang jiwamu inginkan dekapan, namun ragamu terkurung dalam kebimbangan karena kau tidak mendapatkan dekapan. Hingga kau pun menginginkan terbang layaknya putri kayangan yang tersenyum diatas pelangi kehidupannya.

Jika saja kau tanyakan padaku dekapan itu, maka aku akan menjawabnya, dan jika kau tanyakan apakah aku bisa memberikannya maka aku akan berkomitmen padamu. itulah mengapa aku begitu ego.

Tidak ada komentar: