Halaman

Rabu, Mei 25, 2011

Karena takut itu payah

Aku mulai sadar, saat bulan menerangi hidupku jalan sepi tertuju dalam singgana yang tak kunjung hilang akan sepi. Jalan mulai terisi saat pagi menjelang, mungkin bukan ornamen berhala yang selalu terpajang disetiap ruas-ruas mimpi. Kadang hadir sang pujangga yang tertibkan suasana dibalik tirai kemarahan.

Ada ruang disudut itu, ia adalah suasana yang kadang buat semangat semakin menjadi-jadi. Hilangkan kata msnah pada sepi yang terpatri. Namun taukah engkau saat takut menghampiri, semua itu musnah dalam cemburu yang tak terangkaikan, meski kau tau ia takkan pernah berkata untuk apa kamu disini.

Namun takut dan susah itu payah, hilangkan kesempatan pada kenyataan. Hingga bulan lenyap dalam kelam, kamu akan merasa sepi dalam gelap yang menerpa.

Karena payah, aku tekadkan niat untuk hilangkan kepayahan itu, semoga ada jalan keluar

Tidak ada komentar: