Halaman

Rabu, Juni 15, 2011

Ego Cinta

Terimakasih karena kamu mau mencintaiku, merinduiku dan memikirkanku. Meski pada kenyataannya kamu juga membenciku. Maaf, aku pernah berani mengatakan akan menemuimu dan disaat semua rencana mulai berantakan hanya karena terselip kata Dufan dalam kataku untuk menemuimu.

Akupun tak tau, kadang kamu seperti menghujamiku dengan seribu kesalmu. Akupun senang saat kata sayang itu kau ulurkan padaku, namun aku juga bimbang saat kamu bilang ortumu mendesakmu. Saat itu aku perlu waktu merencanakannya, perlu biaya untuk bisa sampai padamu.

Kini, aku malah gamang memberikan jawaban apa padamu. Maafkanlah kefakumanku ini, semoga kita dapat menyelsaikan ini dengan damai, tanpa sengketa hati diantara kita. Mungkin sebaiknya kamu iyakan saja mau ortumu agar kamu tidak begitu kesal padaku.

Tidak ada komentar: