Halaman

Sabtu, Agustus 06, 2011

Terpaku titik

Ingin kutikam hari
agar tak ada lagi sepi
menepiskan semua iri di hati

Ingin kubinasakan segala yang tak terkendali
agar putih kembali berseri
hiasi aura pagi nan wangi

Akh... kupikir bukanlah begini yang tepat
memaklumi segala hal yg mengumpat
terdampar dalam singgasana yang kubuat

Jatuh disaat aku merasa belum siap
mencari pertolongan saat gagap
bagaikan fatamorgana yang melahap

Tidak... bukan ini yang kuinginkan
tersadar dalam lubang sendiri yang kujadikan
hampa dalam gemerlap yang tersajikan

Lugu disaat semua itu terjadi
saat matahari menemuiku tadi
aku pilu menggigit hari

Ikhlas, sebuah teori yang sudah biasa
saat mencoba susahnya luar biasa
mungkin karena aku memang tidak terbiasa

Batam, 6 Agust 2011

Tidak ada komentar: