Kutaja semua jalan walau tak sempurna
Dalam indah kemewahan hati yang tertanam dengan tenang
Khayalan tak nyata bukanlah suatu cita
Disudut hati yang tertumpu
Kukumandangkan suara denyut rindu yang tidak tumpul
Jadikan hari ini hilang satu keistimewaan
Lagu lama lagu baru peneman diri berlalu
Tak ayal rekaan diri pun tertumpu pada lamunan
Hanyut dan terbang bersama angan mimpi
Walau sempat terbangun
Namun tak redakan erosi kesendirian
Terekap dalam sajian sepi
Sejenak kupikirkan lagi pekerjaan yang tak siap
Hanya malas yang berkata mata hati pun serasa berasap
Tak ada yang ingin kulakukan selain melamun dan menyendiri
Rasanya ini pikiran bodoh yang berkumandang
Hipnotis diri sendiri yang galau merindu
Kurangkan semangat untuk selalu bisa mengahadapi liku
Padahal setiap detik yang berlalu ini sudah mulai menikamku
Dengan beberapa komplain dan beberapa terjangan keangkuhanku
Sombong dalam kenyataan yang ada
Lalu sampai kapan ini akan berakhir
Hanya menanti sosok yang selalu kupikir
Entah dia bisa jadikan hariku kembali terukir
Hanya saja hidup terlalu misteri untuk dipuisikan
Tak pernah tau apa yang akan terbagikan
Dalam aral yang selalu berkumandangkan
Jika engkau baca ini
Maka apakah engkau bisa menaklukkan hari?
Apa yang sudah engkau taklukkan kini?
Batam, 10 Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar