Halaman

Jumat, Februari 04, 2011

Dia masih terkafer padamu

Tak banyak yang kau katakan
Setiap kata yang ada dihatimu selalu saja kau ungkapkan
Rasa kesal, amarah dan bahkan kenanganmu bersamanya

Hari ini rasanya telah banyak nama itu kau katakan
Dengan mimikmu dan semangatnya kau keluarkan satu per satu
Ia masih saja ada terselip dalam ingatan dan kata-katamu

Entahlah mengapa pula hatiku malah tergelitik mendengarnya
Tak ada sesal saat kudengar itu semua
Bahkan dengan senang hati aku akan mendengarkannya

Kubiarkan semua kata-katamu tentangnya mengalir
Baik saat kau marah
Baik saat kau suka merasakan tingkahnya padamu

Aku tak perlu marah
Tak perlu matikan kata-katamu
Tak perlu merasa sakit hati

Jadilah aku batu dalam kebiusan
Membisu dalam kenyataan yang kuhadapi
Taklukkan rasa yang ada dengan kecaman

Karena aku tau...
kau takkan melupakannya
dan aku tau, aku tak perlu menghiraukan itu

Karena yang sepertimu
Bukanlah yang pertama kutemui
Namun damai itu yang selalu kudamba darimu

Bagiku kau, tenangkan hati yang gelisah
Jauhkan kecemasan yang melanda
Buangkan risau yang banjir dibenakku

Batam, 4 Feb 2011

Tidak ada komentar: