Halaman

Jumat, Juni 22, 2007

Call ME Ciderella

Petama saat kutemui dia adalah Bidadari yang menambakkan tautan rasanya padaku, namun sayang ya dia tak pernah dan aku juga tak pernah tau kapan rasa ini akan berakhir. Cinderella itulah sapaku padanya walau hanya dalam SMS tapi dia selalu saja ingin menjadi Cinderella, entah karena bangga dengan nama yang kuberikan atau hanya menarik perhatianku saja. Tapi yang jelas terjadi dia emang suka dipanggil Cinderella, ya walaupun itu hanya di dalam SMS.
Namun walau begitu aku punya alasan yang jelas mengapa aku menyapanya dengan panggilan Cinderella, ini kaya cerita klasik jadul (jaman dulu) saat sang Pangeran mendapatkan pujaaan hatinya lalu ia mencari cinderella dengan membawakan sepatu kaca।
Nah hal serupa juga terjadi padaku, unik emang. Pertemuan ini dimulai saat aku menangani Show Teater SERU Universitas Internasional Batam di Pentas seni POLTEK Batam, mereka mengangkat cerita tentang Sunny sang Pangeran Pencari Cinta (kaya dewa 19, red) kebetulan cewe ini (Ciderella, red) menjadi Ratu alias ibunda dari Sunny, ga nyangka!. Saat pementasan berakhir sang Ratu jatuh pingsan dan aku, jadi orang panik yang ada di Pentas seni itu, maklumlah ada hati. Tapi panik itu sangat alami sekali dan aku ga tau kenapa emosiku bisa sangat meledak disaat itu, dia pingsan karena Maag-nya kambuh aku juga tau kalo dia Leukimia, ah sangat kompleks sekali kegaluan hati yang kupunya disaat itu. Sampe pada ahkirnya aku pengen sekali menjadi obat penyembuh baginya, karena aku juga merasa punya tanggungjawab moral saat Ibunya menitipkan anaknya padaku, wah-wah bisa di potong orang aku!!! Namun itu semua berakhir ketika ia mulai bicara dan bergerak (walau dibantu), lalu sang Ratu pulang,

“saya sudah sembuh” SMS yang kutrima dari dirinya, trus dia melanjutkan dengan “kak sepatu saya ketingglan ama teman kakak” ya aku cukup ngerti dengan kata-kata itu aku sanggupin aja untuk mengambil kerumah temenku, lalu sepatu kaca sebelah kiri itu aku antar kepadanya.
Ya kaya dogeng sih ceritanya, tapi sayang aku ga boleh berharap banyak dari dirinya, aku tau koq, dia udah punya tunangan, eh salah maksudnya kekasih. Cukuplah aku merasa begitu saja, masih ada waktu untuk bermesra-mesraan. Kan belum kiamat

Tidak ada komentar: